<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>::Berbagi::</title>
	<atom:link href="http://arifperdana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arifperdana.wordpress.com</link>
	<description>&#124;&#124;Catatan Lepas&#124;&#124; Motivasi &#124;&#124; Inspirasi &#124;&#124; Artikel Ilmiah Populer - Ekonomi, Akuntansi, Manajemen, Sistem Informasi &#38; Psikologi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 07:17:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arifperdana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>::Berbagi::</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arifperdana.wordpress.com/osd.xml" title="::Berbagi::" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arifperdana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Musik New Age Memberikan Ketenangan dan Petualangan</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/05/27/musik-new-age-memberikan-ketenangan-dan-petualangan/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/05/27/musik-new-age-memberikan-ketenangan-dan-petualangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 13:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Musik-musik yang memiliki kemiripan irama, penggunaan alat musik, tema musik, geografis, dan konteks dapat dikelompokkan pada satu aliran tertentu yang disebut sebagai genre. Ada beragam genre musik yang dikenal dan sering didengar. Siapapun tentu tahu mengenai aliran musik (genre) seperti jazz, pop, rock, dangdut, dan reggae. Keempat genre musik tersebut sudah dikenal luas baik oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=633&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musik-musik yang memiliki kemiripan irama, penggunaan alat musik, tema musik, geografis, dan konteks dapat dikelompokkan pada satu aliran tertentu yang disebut sebagai genre. Ada beragam genre musik yang dikenal dan sering didengar. Siapapun tentu tahu mengenai aliran musik (genre) seperti jazz, pop, rock, dangdut, dan reggae. Keempat genre musik tersebut sudah dikenal luas baik oleh penggemar musik genre yang bersangkutan maupun yang tidak. Selain keempat genre di atas, sebenarnya masih banyak lagi genre musik lainnya yang belum dikenal luas, salah satunya adalah new age.</p>
<p>Pernahkah anda mendengar musik-musik new age? Saya yakin pernah, meskipun anda tidak mengerti tentang genre new age. Pernahkah anda mendengar musik-musik yang dimainkan oleh Kitaro, Yanni dan Enya ? Tiga musisi bergenre new age ini saya yakin sudah cukup dikenal di Indonesia. Musik-musik mereka seringkali digunakan sebagai musik ilustrasi di beberapa acara televisi ataupun soundtrack film-film layar lebar. Pusat-pusat perbelanjaan, toko buku, dan hotel juga sering menggunakan musik-musik new age untuk memberikan nuansa yang menyenangkan dan menenangkan bagi pengunjung. Namun demikian tak jarang juga bagi orang-orang yang belum terlalu mengenal musik seperti ini, telinga mereka terasa asing mendengarnya. Musik-musik new age pada umumnya dimainkan tanpa lirik atau vocal. Jika memiliki vocal, lirik yang dilantunkan juga terasa cukup asing seperti musik-musik yang dibawakan oleh Enya.</p>
<p>Jadi, apakah sebenarnya musik new age? Musik new age agak sulit didefinisikan secara rigid, karena musik ini begitu luas dengan ciri khas yang amat beragam. Musik New Age sebenarnya merupakan musik yang mengambil berbagai macam bentuk dan arah dengan mengacu pada beberapa aliran musik temasuk musik  Electronic,  Instrumental, Ambient, Drum and Percussion , Minimalism, World Music (Native American, Celtic, Indian, Ethnic). Tidak seperti musik-musik jazz yang memiliki ciri khas tertentu yang mudah diketahui seperti tempo dan improvisasi, musik new age amat sangat fleksible. Bahkan beberapa musisi new age tertentu juga menggabungkan nuansa jazz  ke dalam musik new age yang mereka mainkan. Irama yang dilantunkan di dalam musik ini bervariasi dari yang melankolis hingga yang berirama nge-beat, dari yang mengalun dengan merdu, hingga dilantunkan dengan lirik-lirik yang bernuansa ritual ataupun pemujaan. Meskipun ada yang dilantunkan dengan menggunakan lirik terutama dalam bentuk choir,  tetapi sebagian besar musik new age dimainkan tanpa lirik dari vokalis.<br />
<span id="more-633"></span><br />
Alat musik yang digunakan di dalam musik new age begitu beragam mulai dari piano, gitar akustik, flute, harpa, instrument elektronik, hingga pada alat-alat musik tradisional seperti sitar, tabla, dan tamborin. Musik ini ada yang dimainkan secara solo maupun dengan menggunakan orchestra yang besar.  Beberapa jenis musik ini juga menggunakan metode entrainment, binaural beats, dan gelombang otak, seperti betha, alpha, theta dan delta. Oleh karena itu musik new age seringkali digunakan oleh praktisi-praktisi meditasi, terapi musik, yoga ataupun sebagai cara untuk meredakan ketegangan. Beberapa jenis musik new age akan sangat terasa nyaman dan menenangkan jika di dengar dalam suasana alam yang indah.</p>
<p>Meskipun saya adalah pendengar musik segala jenis, namun demikian New Age merupakan genre musik yang amat saya gemari selain Jazz. Perkenalan saya dengan musik new age berawal ketika di awal tahun 1990-an saya mendengar alunan musik instrument di radio. Alunan nadanya terasa amat menyentuh. Saya sama sekali tidak mengetahui judul musik tersebut. Musik tersebut saya rekam dan kemudian saya bawa ke toko kaset. Setelah itu saya baru tahu ternyata musisi yang memainkan tersebut bernama Kitaro dan judul musik tersebut adalah Koi. Kegemaran tersebut akhirnya berlanjut hingga kini.  Jika anda yang membaca artikel ini juga menyenangi aliran musik ini, berikut ini beberapa musisi new age yang dapat menjadi referensi.</p>
<p><strong>Kitaro</strong></p>
<p>Musisi ini memiliki nama asli Masanori Takahashi. Nama &#8220;Kitaro&#8221; diilhami dari tokoh kartun Kitaro yang cukup popular di akhir tahun 1950an.  Alat musik yang digunakannya adalah Piano, Synthesizer, Keyboards, Drums, Perkusi, dan Gitar. Musiknya banyak diilhami oleh alam. Efek-efek suara seperti deburan ombak, gemericik air desir angin, dan suara kosmik yang dipadukan dengan nuansa musik Asia mendominasi musik-musik yang diciptakannya. Mendengarkan musik-musik Kitaro akan terasa sangat nyaman ketika dibarengi dengan visualisasi pemandangan alam yang indah seperti alam pegunungan, air terjun, deburan ombak di pantai, dsb.</p>
<p><strong>Yanni</strong></p>
<p>Komponis yang memiliki nama lengkap Yanni Chrysomallis. Musisi berkebangsaan Yunani ini memulai debutnya pada tahun 1984 dengan album pertamanya yang berjudul Optimisque. Ciri khas dari Yanni adalah permainan musik dengan menggunakan alat musik piano, keyboard dengan diiringi orchestra lengkap. Ritme yang dimainkan juga cukup beragam, mulai dari yang bernuansa jazz, etnik (mediterrania, mexico, india dan china) dan choir. Santorini dan Nightingale merupakan dua lagu Yanni yang terkenal.</p>
<p><strong>Enya</strong></p>
<p>Bagi anda yang belum pernah mendengar musik-musik Enya, pertama kali anda mendengarnya tentu akan agak aneh. Lagu-lagu Enya sangat eksentrik, ada yang terkesan kelam, bernuansa gothic, celtic, memiliki vocal yang mirip seperti lagu-lagu pemujaan dan bahkan ada yang mirip seperti hymne alien. Meskipun Enya tidak menyatakan bahwa musiknya adalah beraliran new age, tapi pengamat musik mengklasifikasikannya sebagai musik new age.  Sebagian besar musik yang diaransir oleh Enya dipadukan dengan vocal yang amat khas. Sekali saja anda mendengar musik Enya, berikutnya anda pasti akan dengan mudah mengenal ciri khas musiknya. Di Amerika dan Eropa, Enya merupakan diva new age yang dapat disejajarkan dengan Madonna, Mariah Carey dan Celine Dion. Beberapa musik Enya digunakan sebagai ilustrasi film layar lebar seperti lagu “Book of Days” (soundtrack Far and Away, 1992), dan “May It Be” (Soundtrack “Lord of the Rings Fellowship of the Ring”).</p>
<p><strong>Karunesh</strong></p>
<p>Karunesh merupakan musisi berkebangsaan Jerman. Musik-musik Karunesh umumnya belum begitu dikenal di Indonesia. Pertama kali saya mengenal musik-musik Karunesh, saya berfikir Karunesh adalah musisi yang berasal dari India karena hampir semua lagu-lagu yang diciptakannya bernuansa  India. Beberapa musik yang dimainkannya bahkan lebih mirip seperti lagu-lagu pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu. Alat-alat musik seperti sitar dan tabla selalu ada di dalam musik-musiknya. Lagu-lagu ciptaan Karunesh sering digunakan oleh praktisi-praktisi Yoga untuk memberikan efek tenang saat melakukan meditasi. Album Karunesh yang paling saya senangi adalah The Wanderer (2001) dan Joy of Life (2006).</p>
<p><strong>Vangelis</strong></p>
<p>Bagi anda yang pernah menonton film <em>1492: Conquest of Paradise</em> yang bercerita tentang keberhasilan Christoper Columbus mendarat di benua Amerika anda tentu masih ingat dengan soundtrack film tersebut. Soundtrack film tersebut sangat bagus dan bahkan mengantarkan film tersebut meraih piala Oscar dengan kategori musik terbaik. Vangelis merupakan komponis yang mengaransir lagu-lagu pada film tersebut. Vangelis merupakan spesialis komposer musik-musik yang digunakan untuk backsound film layar lebar.  Ciri khas musik yang dimainkannya adalah vocal choir yang dipadukan dengan iringan orchestra/ensemble lengkap. Beberapa lagu Vangelis yang saya senangi diantaranya Antartica, Conquest of Paradise, Monastery La Rabida, Savage et Beau, dan La Petite Fille De La Mer.</p>
<p><strong>Bandari</strong></p>
<p>Group musik bergenre New Age yang unik. Nama Bandari diambil dari bahasa Iran.  Semua musisinya berasaldari Swiss dengan supervisor musikal multitalenta dari Jerman. Bandari sangat dikenal di China dan Taiwan. Setiap lagu Bandari memiliki ciri khas yang menggunakan ritme musik dari berbagai kultur (gypsy, celtic, mediterania, india, china, american jazz, dsb) dan suara-suara alam dalam harmonisasi genre New Age yang indah.</p>
<p><strong>Omar Akram</strong></p>
<p>Nama dan musik Omar Akram belum dikenal luas di telinga masyarakat Indonesia. Namun demikian bagi saya, ia adalah musisi new age yang hebat. Sentuhan smooth jazz  ditambah nuansa mediterania &amp; middle east dalam musik-musik new age nya memiliki keunggulan tersendiri dibanding dengan musisi new age lainnya seperti Yani, Kitaro, Enya atau Vangelis. Semua albumnya mulai dari Opal Fire, Free as A Bird, dan Secret Journey sangat mengesankan.</p>
<p><strong>Mehdi</strong></p>
<p>Musik-musik yang dimainkan oleh Mehdi memiliki nuansa timur tengah, mediterania dan india. Mendengarkan musik-musik Mehdi seolah membawa anda ke dalam dunia yang begitu tenang. Tempo musik yang dimainkan juga amat beragam mulai dari waltz, rhumba hingga yang bernuansa gypsy. Instrumen musik seperti  Keyboards, Drums, Perkusi, Arabian Flute dan Gitar mendominasi setiap lagu-lagu yang dimainkan oleh Mehdi.</p>
<p><strong>John Adorney</strong></p>
<p>Musik-musik yang dimainkannya begitu menginspirasi. Perpaduan antara piano, perkusi, synthesizer, biola dan cello yang dibumbui oleh irama mediterania seperti musik-musik sufistis Turki yang dikemas dengan cara yang modern benar-benar membuat kita cukup terhanyut ketika mendengarkan instrument new age yang dimainkannya.</p>
<p><strong>Al Conti</strong></p>
<p>Dua album yang paling saya senangi dari Al Conti adalah album Scheharzhade dan Northern Seas. Ketika mendengar lagu-lagu yang ada di dalam album Scheharzhade anda seperti dibawa ke dalam mitologi 1001 malam Arabian Nights yang dikisahkan oleh Ratu Shahrazad dari Persia. Lain lagi suasananya ketika mendengar lagu-lagu yang ada di dalam album Northern Seas. Kisah-kisah dalam mitologi Nordic yang berasal dari Negara-negara skandinavia begitu kental terasa.</p>
<p>Musisi-musisi new age sebenarnya sangat banyak dengan nuansa yang begitu beragam. Nama-nama seperti David Arkenstone, Mike Oldfield, Chrys Spheeris, Fridrik Karlson, Nicholas Gunn , Medwyn Goodall, dsb juga memiliki kualitas musik yang tak kalah hebatnya dibandingkan dengan musisi-musisi new age lainnya seperti Yanni dan Kitaro.</p>
<p>Bagi saya mendengarkan musik new age tidak hanya memberikan ketenangan tetapi juga seperti membaca sebuah kisah petualangan. Mendengarkan musik-musik ini seolah membawa pendengarnya masuk ke dalam nuansa-nuansa tertentu yang membangkitkan spirit. Meskipun beberapa musik new age memang mirip lagu-lagu pemujaan, tetapi sepengetahuan saya musik ini tetaplah merupakan karya seni yang patut diapresiasi. Musik adalah bahasa universal yang tidak mengenal batas agama maupun budaya selama masih menjadi kegemaran dalam tahap yang wajar dan tidak membuat kita terlena ataupun terjerumus dalam perbuatan yang tidak semestinya.</p>
<p>Arif Perdana<br />
17 Desember 2010</p>
<p>Tulisan ini sebelumnya pernah diposting di halaman kompasiana saya dengan judul:<br />
Musik New Age: Penggugah  dan Penenang Jiwa (http://www.kompasiana.com/arifperdana/page/2/)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=633&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/05/27/musik-new-age-memberikan-ketenangan-dan-petualangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hewan yang Manusiawi vs Manusia yang Hewani</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/28/hewan-yang-manusiawi-vs-manusia-yang-hewani/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/28/hewan-yang-manusiawi-vs-manusia-yang-hewani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 16:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini nama-nama hewan semakin top di dunia manusia. Media cetak dan elektronik di dunia manusia sering mempopulerkan nama-nama hewan. Sebut saja teri dan kakap. Tahun lalu cicak dan buaya yang jadi pembicaraan hangat. Selain kedua hewan tersebut, masih banyak lagi nama hewan lainnya yang populer di dunia manusia seperti monyet, kunyuk, tikus, kampret, anjing, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=629&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini nama-nama hewan semakin top di dunia manusia. Media cetak dan elektronik di dunia manusia sering mempopulerkan nama-nama hewan. Sebut saja teri dan kakap. Tahun lalu cicak dan buaya yang jadi pembicaraan hangat. Selain kedua hewan tersebut, masih banyak lagi nama hewan lainnya yang populer di dunia manusia seperti monyet, kunyuk, tikus, kampret, anjing, cecunguk dan kroco. Nama-nama hewan tersebut kerap kali kita dengar untuk suatu cacian yang tidak enak didengar oleh telinga. Apakah memang benar hewan-hewan yang disebutkan itu memiliki perilaku yang buruk, seburuk seperti penggunaannya di dunia manusia? Padahal sebenarnya manusia yang berperilaku lebih rendah dari hewan-hewan tersebut. </p>
<p>Umpatan dan cacian tak lepas dari percakapan di dunia manusia. Baik yang terucap di bibir maupun hanya sekedar umpatan dalam hati. Saya jadi tak tega melihat nama-nama hewan tersebut semakin populer di dunia manusia. Jika memang hewan-hewan itu tahu nama mereka akan dijadikan cacian di dunia manusia mungkin tak ada hewan yang mau diciptakan jadi monyet, anjing, kampret, dsb. Mereka lebih baik memilih jadi hewan yang namanya tak dijadikan bahan umpatan seperti Elang, Merpati, Penguin, dsb.<br />
<span id="more-629"></span><br />
Sebagian orang senang mengumpat dengan menyebut anjing, tapi dari pengamatan saya perilaku hewan ini tak seburuk seperti apa yang diucapkan oleh manusia. Bahkan kesetiaan hewan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kesetiaan manusia. Cecunguk digunakan untuk melecehkan seseorang. Tapi tahukah kita siapa cecunguk sebenarnya? Cecunguk adalah kecoa, lipas atau coro. Dalam dunianya, cecunguk termasuk hewan yang tahan banting, dan konon merupakan salah satu hewan purba yang masih ada di zaman modern ini karena kemampuan adaptasinya yang bergitu tinggi. Monyet seringkali dipergunakan untuk mengumpat fisik seseorang. Tapi tak ada satupun manusia di dunia ini yang mampu membuat monyet. Manusia hanya mampu membuat boneka monyet. Mengumpat dengan kata monyet ataupun hewan lainnya sama juga artinya dengan mengumpat ciptaan Tuhan. </p>
<p>Jika kita mau mempelajari kehidupan hewan. Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan. Setiap hewan bertindak sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing berdasarkan nama yang diberikan dalam bahasa manusia. Anjing tidak akan pernah melakukan peran sebagai tikus, monyet dan kakap, demikian pula sebaliknya. Tapi di dunia manusia, ada manusia-manusia yang mendapatkan umpatan dan cacian dalam berbagai nama hewan. Dicaci sebagai penjahat kelas kakap, tikus rakus, kampret, dsb. Betapa menyedihkan manusia seperti itu. Disamping ia tidak dapat melakukan perannya sebagai manusia yang memiliki akal dan budi pekerti, lingkungan sosial semakin menjatuhkan harga dirinya dengan sebutan nama-nama hewan.</p>
<p>Lingkungan sosial dan hewan tidak bersalah, tapi yang jelas bersalah adalah manusia yang melakukan perbuatan yang jauh lebih rendah dari perilaku hewan. Manusia seperti ini adalah manusia-manusia hewani, yang sesungguhnya memang layak menyandang nama tersebut. Sebaliknya perilaku-perilaku hewan yang dijadikan umpatan di dalam dunia manusia justru lebih manusiawi. </p>
<p>Kehidupan hewan murni hanya didorong oleh motivasi untuk melestarikan kehidupannya (makan dan berkembang biak). Anjing tidak akan pernah merasa iri dan dengki dengan merpati karena tak bisa terbang. Merpati juga tak akan pernah iri dengan lumba-lumba yang bisa berenang di lautan luas. Monyet tak akan pernah punya keinginan untuk hidup di rumah mewah. Mekanisme kehidupan di dunia hewan hanya sebatas pada rantai makanan. Bagaimana dengan manusia? Kehidupan manusia jauh lebih kompleks. Konteks sosial yang menaungi kehidupan manusia memiliki pengaruh yang amat kuat. Pengaruh inilah yang seringkali membuat manusia bertindak jauh lebih rendah dari hewan. </p>
<p>Manusia yang diumpat dengan nama-nama hewan jelas memiliki perilaku yang telah meresahkan lingkungan sosial. Tetapi jangan lupa kita yang mencaci perilaku orang-orang tersebut juga telah berdosa karena menghina nama hewan tersebut. Ada baiknya ketika kita sedang dilanda kemarahan dan kemudian khilaf mencaci seseorang dengan nama-nama hewan. Sebaiknya dari hati yang terdalam minta izin dan minta maaflah kepada hewan yang telah kita hinakan tersebut.</p>
<p>Pertanyaan nakal pun berkeliaran di pikiran saya, apakah nama-nama manusia juga populer di dunia hewan ya?  Misalkan ketika monyet memergoki tikus mencuri makanannya, monyet kemudian mencaci tikus dengan kata-kata “Gayus Lu, Kus!!!”. Waaahh.., sepertinya si monyet kebanyakan nonton televisi di dunia manusia nih..:)</p>
<p>28 Januari 2011</p>
<p>http://www.kompasiana.com/arifperdana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=629&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/28/hewan-yang-manusiawi-vs-manusia-yang-hewani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Numbers Rule Your World</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/28/numbers-rule-your-world/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/28/numbers-rule-your-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 04:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[If you know how to use numbers in making everyday decisions, you rule your world. (Kaiser Fung – Number s Rule Your World) Adakah aktifitas kehidupan kita yang tidak terpengaruhi oleh angka ? Tidak ada, semua aktifitas kehidupan kita selalu dipengaruhi oleh angka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kehidupan kita dibatasi oleh usia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=624&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arifperdana.files.wordpress.com/2011/01/file.jpg"><img src="http://arifperdana.files.wordpress.com/2011/01/file.jpg?w=185&#038;h=300" alt="" title="File" width="185" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-625" /></a><br />
<em>If you know how to use numbers in making everyday decisions, you rule your world.</em> (Kaiser Fung – <em>Number s Rule Your World</em>)</p>
<p>Adakah aktifitas kehidupan kita yang tidak terpengaruhi oleh angka ? Tidak ada, semua aktifitas kehidupan kita selalu dipengaruhi oleh angka, baik secara langsung  maupun tidak langsung. Kehidupan kita dibatasi oleh usia dan waktu yang diukur dalam angka. Kehidupan yang bahagia dan ideal mulai dari kekayaan hingga bentuk fisik tubuh seringkali dikaitkan dengan angka. Kesuksesan di bidang akademis tak luput dari angka-angka. Pertumbuhan ekonomi suatu negara tak lepas dari ukuran angka-angka. Bahkan dalam beribadah kepada Tuhan pun kita tak bisa melepaskan peran angka-angka. Angka  telah mempengaruhi kehidupan manusia mulai dari yang sifatnya ilmiah, religius bahkan hingga mistis.</p>
<p>Pesona angka memang sangat luar biasa. Kemampuan berhitung angka dengan cepat mengindikasikan sebagai salah satu bentuk kejeniusan. Orang-orang yang berbicara dengan angka-angka tampak memiliki intelektualitas yang baik. Kebohongan akan tampak menjadi sebuah kebenaran yang ilmiah apabila dibarengi dengan angka-angka yang memukau. Bahkan sesuatu yang tidak rasional pun bisa diubah menjadi rasional melalui angka-angka.  Angka tidak pernah luput jadi bumbu penyedap yang amat lezat dalam pembicaraan mulai dari anak TK hingga mahasiswa doktoral, dari guru SD hingga Professor, dari penjudi hingga peneliti, dan dari rohaniawan hingga paranormal. Ada dua bahasan penting yang tak dapat dilepaskan dengan angka yaitu mistik dan statistik. Tak jarang pula kedua bidang ini bisa bersinergi. Mistik dapat berubah menjadi statistik, demikian pula sebaliknya. Semuanya tergantung dari cara berpikir orang yang menggunakannya.<br />
<span id="more-624"></span><br />
<strong>Mistifikasi Angka</strong></p>
<p>Semua kebudayaan di dunia memiliki kepercayaan terhadap angka-angka. Beberapa diantaranya adalah kepercayaan mengenai angka 13  dan 666 di kebudayaan Barat  dan angka 4 kebudayaan Timur. Kepercayaan terhadap angka-angka tersebut ternyata masih sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia masa kini. Lihat saja kursi-kursi di pesawat terbang dan gedung-gedung bertingkat. Kita tidak akan pernah menjumpai penggunaan angka 13 disana. Angka 13 yang  muncul pertama kali dari ajaran kuno Kabbala ini dianggap membawa kesialan oleh karena itu harus dihindari. </p>
<p>Begitu juga dengan angka 666. Angka ini selalu diidentikan dengan keburukan dan satanisme. Dalam kebudayaan China, angka 4 dipercaya merupakan angka sial karena dalam bahasa China, angka ini berarti kematian. Di Indonesia, beberapa waktu lalu, di mailing list dan blog muncul tulisan yang mencoba menghubung-hubungkan angka 26 dengan sebagian besar musibah yang terjadi di Indonesia. Mistik sudah mirip seperti statistik. Angka-angka di atas dicoba dihubung-hubungkan dengan suatu kejadian buruk. Lebih parahnya lagi tumbuh keyakinan bahwa angka –angka tersebut yang menyebabkan terjadinya suatu kejadian buruk.  Sungguh suatu pembodohan yang luar biasa. Mistifikasi angka-angka telah meracuni kehidupan manusia. Sesuatu yang irrasional pun terlihat menjadi menarik karena dibumbui oleh angka-angka.</p>
<p><strong>Cara Berfikir Statistik</strong></p>
<p>Statistik telah menjadi perangkat yang penting di semua bidang ilmu pengetahuan. Berita-berita yang kita lihat di media cetak dan elektronik hampir semuanya adalah angka-angka statistik, baik yang sifatnya deskriptif maupun inferensial. Pendapatan per kapita, persentase kemiskinan, indeks harga saham, hasil survey dan polling, tingkat pengangguran, ramalan cuaca dsb semuanya adalah angka-angka statistik. Seberapa penting kah angka-angka tersebut? Statistik  jelas bermanfaat bagi kehidupan manusia. Suatu permasalahan akan dapat dengan mudah dijelaskan dan diprediksi dengan memanfaatkan angka-angka karena terukur dengan jelas. Namun demikian  tidak semua permasalahan dapat dikuantifikasi, dijelaskan dan diprediksi hanya dengan angka-angka statistik dan probailitas semata. </p>
<p>Statistik identik dengan metode ilmiah. Orang yang berbicara dengan angka-angka statistik terlihat lebih ilmiah dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya.  Dalam ilmu ekonomi, banyak ekonom yang memuja angka-angka statistik. Kehidupan manusia yang kompleks dengan berbagai pola perilaku dan aspek sosial yang menaunginya semuanya dianggap dapat  tergambarkan dalam distribusi normal. Angka-angka statistik pun tak jarang digunakan untuk mengilmiahkan suatu kebohongan. Angka dan statistik jelas tidak bersalah, tetapi orang yang menggunakan dan menyusunnya yang bermasalah. Orang-orang seperti ini jelas telah melakukan apa yang disebut oleh Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya yang  fenomenal berjudul <em>Black Swa</em>n sebagai kecurangan intelektual yang luar biasa melalui statistik.</p>
<p>Berbeda dengan Nassim Nicholas Thaleb  yang mengkritisi cara berfikir statistik, Kaiser Fung yang berprofesi sebagai statistikawan professional dalam bukunya yang berjudul<em> Numbers Rule Your World </em>mencoba memberikan pemahaman yang benar mengenai “cara berfikir statistik”.  Ada lima pemikiran penting yang dikemukakan oleh Fung, namun demikian dari semua pemikiran tersebut ada satu pemikiran yang patut dikritisi. Berikut ini adalah cara berfikir statistik yang benar menurut Fung.</p>
<p><strong>Jangan percaya angka rata-rata</strong>. Salah satu tema penting yang dibahas adalah penyalahgunaan angka rata-rata. Selama ini orang selalu terpesona dengan angka rata-rata. Padahal, penggunaan angka ini, apalagi untuk kehidupan sosial jelas akan menjadi pernyataan yang menyesatkan jika tidak mempertimbangkan variabilitas dari angka tersebut. Angka rata-rata sama sekali tak bermakna apa-apa jika tidak disandingkan dengan variabilitasnya. Sebagai contoh. Perhitungan GNP yang diukur berdasarkan jumlah rata-rata barang dan jasa yang diproduksi jelas akan bias jika variabilitasnya tidak diketahui. Jumlah rata-rata mengasumsikan produksi setiap orang adalah sama, padahal dalam realitasnya tidak demikian.<br />
Korelasi berbeda dengan kausasi. Kesalahan cara berpikir lainnya dalam statistik adalah menyamakan korelasi dengan penyebab. Sebagian akademisi ada yang secara gegabah menyimpulkan suatu kondisi menyebabkan kondisi lainnya karena adanya korelasi. Dalam korelasi kita tidak dapat mengetahui mana yang menentukan dan mana yang ditentukan. Perubahan lingkar leher memiliki korelasi  dengan perubahan lingkar pinggang, tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa perubahan lingkar leher menyebabkan perubahan lingkar  pinggang atau sebaliknya.</p>
<p><strong>Penggabungan (agregasi) dua kelompok yang berbeda itu tidak bermanfaat</strong>. Jika ada dua kelompok mahasiswa pria dan wanita yang mengikuti test TOEFL, kemudian dari hasil test tersebut diperoleh nilai rata-rata mahasiswa pria adalah 550 dan wanita adalah 560. Melakukan agregasi atas nilai rata-rata mahasiswa pria dan wanita sangat tidak tepat. Karakteristik kedua kelompok tersebut jelas berbeda. Ketika terjadi perbadaan dalam kelompok seperti jenis kelamin, penghasilan, geografis, dsb , biarkanlah perbedaan itu tetap terjadi.<br />
<strong><br />
Perhatikan sampel dalam pengambilan keputusan</strong>. Pada statistik inferensi dikenal ada dua tipe kesalahan yaitu kesalahan dalam menyimpulkan adanya perbedaan, padahal sesungguhnya tidak ada perbedaan (kesalahan tipe 1) dan kesalahan dalam menyimpulkan tidak adanya perbedaan, padahal sesungguhnya ada perbedaan (kesalahan tipe 2). Pengambilan keputusan yang tidak memperhatikan jumlah sampel yang dipergunakan akan mengakibatkan kesalahan dalam melakukan generalisasi terhadap suatu permasalahan. </p>
<p><strong>Jangan terlalu percaya atas sesuatu yang jarang terjadi</strong>. Pola pikir statistik adalah pola pikir distribusi normal. Hampir sebagian besar permasalahan  dapat diprediksi dengan menggunakan pola tersebut. Distribusi normal juga menyebabkan kita harus mengenyampingkan sesuatu yang bersifat <em>outlier </em>dan <em>unpredictable</em>.</p>
<p>Dari kelima pemikiran Fung di atas, yang patut dikritisi adalah pemikirannya yang terakhir. Pola pikir distribusi normal inilah yang sebenarnya dikritik keras oleh Nassim Nicholas Taleb. Banyak hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan justru berasal dari sesuatu yang sebelumnya tak dapat diprediksi dengan Baik. Thaleb mencontohkan kejadian terorisme September 2001, dan Novel Harry Potter yang menjadi best-seller. Lebih jauh lagi, pemikiran statistik yang terlalu fokus kepada distribusi normal sebenarnya telah mengenyampingkan peran Tuhan di dunia ini.  Tidak semua permasalahan di dunia ini dapat diprediksi dengan baik dan dirasionalkan. Kejadian-kejadian yang outlier dan unpredictable bisa saja terjadi dan justru memiliki peluang besar  mengubah dunia. Hukum pareto juga bisa digunakan untuk mendukung pernyataan ini. Sesuatu yang kecil itu justru mempengaruhi yang besar. Mempercayai sesuatu yang  <em>outlier </em>ataupun <em>unpredictable </em>tidak berarti membuat statistik menjadi seperti mistik. Bahkan terlalu mengagungkan pemikiran distribusi normal itu yang dapat membuat statistik menjadi mistik. Jadi jangan pernah mengenyampingkan sesuatu yang kecil dan jarang terjadi, karena sesungguhnya kejadian seperti itulah yang justru memiliki pengaruh yang amat besar bagi kehidupan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=624&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/28/numbers-rule-your-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arifperdana.files.wordpress.com/2011/01/file.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">File</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangsa Yang Tidak Pernah Merasa Bersalah</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/20/bangsa-yang-tidak-pernah-merasa-bersalah/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/20/bangsa-yang-tidak-pernah-merasa-bersalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 18:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seorang pun ingin dikatakan bodoh atau dituduh bersalah. Bahkan jika bukti-bukti tentang kesalahan telah dipaparkan di hadapannya, seseorang masih cenderung untuk mengelak dari kesalahan tersebut. Penyangkalan terhadap kesalahan atau kebodohan ini sepertinya sudah merupakan sifat dasar manusia. Bahkan di kalangan ilmuwan terdidik pun tak jarang kita menjumpai individu-individu yang selalu merasa benar sendiri dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=619&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seorang pun ingin dikatakan bodoh atau dituduh bersalah. Bahkan jika bukti-bukti tentang kesalahan telah dipaparkan di hadapannya, seseorang masih cenderung untuk mengelak dari kesalahan tersebut. Penyangkalan terhadap kesalahan atau kebodohan ini sepertinya sudah merupakan sifat dasar manusia. Bahkan di kalangan ilmuwan terdidik pun tak jarang kita menjumpai individu-individu yang selalu merasa benar sendiri dan enggan disalahkan meskipun berbagai argumentasi tentang kesalahan mereka telah dikemukakan. Seperti itulah pernyataan yang dikemukakan oleh W. Lawrence Newman.  Manusia memang selalu ingin dihargai di hadapan orang lain. Stempel bodoh dan bersalah berimplikasi pada hancurnya status sosial dan harga diri individu.</p>
<p>Headlines yang membanjiri berita-berita di media masa dan elektronik saat ini menggambarkan hal tersebut. Perseteruan antara Satgas dan Gayus membuat bingung masyarakat, siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang pintar dan siapa yang bodoh, semuanya menjadi kabur. Indikator-indikator kesalahan, kebenaraan, kebodohan dan kepintaran sepertinya tak lagi berlaku di negeri ini. Orang pintar terlihat seperti orang bodoh atau melakukan tindakan yang bodoh, sementara orang-orang yang tidak semestinya berbicara berlagak seperti pakar. Sungguh sebuah negeri yang amat mengherankan. Sebagai masyarakat, secara tak sadar kita pun sebenarnya telah dibodohkan oleh para-para penjahat dan mafia hukum yang semuanya saling melempar kesalahan.<br />
<span id="more-619"></span><br />
Perasaan Bersalah dan Kepemimpinan</p>
<p>Mengakui kesalahan ataupun kebodohan adalah sesuatu yang amat sulit. Apakah begitu terhinanya ketika seseorang dikatakan bersalah dan bodoh dalam pandangan masyarakat? Padahal sikap ingin selalu benar dan pintar itulah yang sebenarnya akan menghancurkan seseorang. Sikap selalu merasa benar dan tak mau menerima pendapat orang lain merupakan salah satu penyakit kejiwaan. Orang yang ego seperti ini sebenarnya tidak beda jauh dengan orang yang bego. Karena mereka merasa dirinya selalu benar dan tak pernah salah, secara tak sadar mereka pun telah melanggengkan kesalahan dan kebodohan mereka sendiri.</p>
<p>Perasaan bersalah itu sebenarnya merupakan sikap yang patut dihargai dan sesungguhnya jauh lebih baik daripada orang yang selalu ingin merasa benar. <em>Harvard Business Review</em> edisi Januari-Pebruari 2011 menurunkan artikel yang menarik berkaitan dengan perasaan bersalah tersebut. Di dalam artikelnya yang berjudul “Guilt-Ridden People Make Great Leaders” Francis J. Flynn menyatakan bahwa individu yang mudah merasa bersalah cenderung merupakan pekerja keras dan melakukan pekerjaanya lebih baik daripada individu yang sulit untuk merasa bersalah. Yang lebih menarik lagi dari penelitiannya tersebut, Flynn menyatakan bahwa orang yang mudah merasa bersalah lebih mampu untuk menjadi pemimpin.</p>
<p>Flynn yang merupakan direktur pusat pengembangan dan riset kepemimpinan di Stanford’s Graduate School of Busines ini melakukan pengujian psikologis terhadap 150 pekerja yang ada di bagian keuangan perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara hasil pengujian dengan <em>review </em>atas kinerja yang mereka lakukan.</p>
<p>Dari hasil penelitian ini terdapat korelasi yang kuat antara perasaan bersalah dengan kepemimpinan. Orang yang mudah merasa bersalah cenderung memiliki komitmen yang tinggi untuk memperbaiki diri. Dalam konteks organisasi orang-orang seperti ini mampu menjadi pemimpin yang handal yang dapat mengembangkan organisasi. Perasaan bersalah juga memiliki kaitan yang erat dengan sifat altruisme. Sikap dan rasa sosial yang tinggi lebih dimiliki oleh orang-orang yang mudah bersalah dibandingkan mereka yang memiliki sikap ego yang cenderung mementingkan diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita melihat bahwa orang yang selalu ingin merasa benar dan pintar tak segan-segan melempar kesalahannya kepada orang lain dengan harapan agar harga diri mereka tetap terjaga dengan baik.</p>
<p>Menarik untuk menyimpulkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Francis J. Flynn dengan kejadian yang sedang terjadi di negeri ini. Cukup sulit untuk menemukan petinggi-petinggi di negeri ini yang mudah untuk mengakui kesalahannya. Berbagai kesalahan ditutupi dengan pernyataan-pernyataan yang normatif dan mengaburkan permasalahan. Tuduhan kebohongan publik yang dialamatkan pemuka agama , ditampik oleh pemerintah. Kebohongan diganti dengan istilah kesenjangan antara pernyataan dengan kenyataan. Penggantian istilah ini tidak lain untuk tetap menjaga citra bahwa pemerintah tidak bersalah! Pemerintah ingin tetap menjaga citranya di masyarakat.</p>
<p>Apa yang terjadi di negeri ini mirip seperti kerajaan-kerajaan di jaman dahulu kala. Apa yang dilakukan oleh penguasa semuanya selalu benar. Penguasa adalah wakil Tuhan di muka bumi yang semua perkataan dan tindakannya harus dibenarkan meskipun salah. Berbagai cara dan alasan dipersiapkan untuk membenarkan kesalahan dan kebodohan yang telah dilakukan. Jika memang demikian berarti pemerintahan saat ini adalah pemerintahan yang enggan untuk merasa bersalah. Sulitnya mengakui kesalahan yang terjadi mengakibatkan pemerintah tidak peka dengan apa yang terjadi. Pemerintahan saat ini sudah tuli. Rasa altruism pemerintah telah punah. Berbagai keluhan, kebimbangan dan teriakan masyarakat tentunya tidak akan pernah didengarkan lagi oleh pemerintah. Jadi jangan pernah merasa heran ketika berbagai kesalahan dan kebodohan semakin menjadi-jadi di negeri ini. Karena itu semua adalah hal yang lumrah ketika pemerintahannya tidak pernah merasa bersalah.</p>
<p>21 Januari 2011</p>
<p>http://www.kompasiana.com/arifperdana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=619&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/20/bangsa-yang-tidak-pernah-merasa-bersalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bintang Kecil di Bumi: Pendidikan Yang Memanusiakan Manusia</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/15/bintang-kecil-di-bumi-pendidikan-yang-memanusiakan-manusia/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/15/bintang-kecil-di-bumi-pendidikan-yang-memanusiakan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 15:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivational & Inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[“Ada batu-batu berharga di sekitar kita yg akan mengubah jalur dunia karena mereka dapat melihat dunia dengan cara berbeda. Pikiran mereka unik &#38; tidak setiap orang mengerti mereka. Mereka membalikkan. Kemudian mereka muncul sebagai pemenang dan dunia terkejut” Kita semua tentu mengenal nama-nama hebat seperti Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso, Albert Einstein, Alexander Graham Bell, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=613&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Ada batu-batu berharga di sekitar kita yg akan mengubah jalur dunia karena mereka dapat melihat dunia dengan cara berbeda. Pikiran mereka unik &amp; tidak setiap orang mengerti mereka. Mereka membalikkan. Kemudian mereka muncul sebagai pemenang dan dunia terkejut”</strong></p>
<p>Kita semua tentu mengenal nama-nama hebat seperti Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso, Albert Einstein, Alexander Graham Bell, Thomas Alva Edison, Agatha Christie dan Walt Disney. Nama-nama besar ini hingga kini masih sering disebut dunia karena prestasi yang mereka goreskan dalam kanvas peradaban dunia, meskipun mereka telah ratusan dan puluhan tahun meninggal dunia. Semua orang tentu mengenal karya-karya hebat mereka tetapi hanya sedikit dari kita yang tahu tentang kelemahan yang mereka alami. Mereka semua ternyata memiliki satu kelainan yang disebut dengan Dyslexia. Bagi Albert Einstein huruf yang tertulis di kertas terlihat menari-nari dalam pandangannya. Pablo Picasso tidak bisa membedakan antara angka 7 dengan bentuk hidung pamannya. Leonardo Da Vinci memiliki tulisan yang terbalik, yang baru dapat dibaca dengan jelas ketika dibaca dengan mengunakan cermin. Penulis novel hebat sepanjang masa Agatha Christie bahkan mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Sungguh sebuah keajaiban tentunya, masih banyak lagi nama-nama besar lainnya yang mengalami kelainan dyslexia tetapi memberikan kontribusi hebat bagi dunia.<br />
<span id="more-613"></span><br />
<strong>Dyslexia , Guru dan Metode Yang Tepat</strong></p>
<p>Kisah menarik tentang seorang anak yang menderita dyslexia diceritakan dengan baik oleh Film Taree Zameen Par. Jika diterjemahkan secara bebas, judul film ini memiliki makna bintang kecil di bumi. Film besutan aktor India Amir Khan ini tidak hanya bercerita tentang seorang anak dyslexia tetapi juga memiliki pelajaran moral yang baik dalam pendidikan – mendidik untuk memanusiakan manusia. Film ini menceritakan seorang anak bernama lshaan Nandkishore Awasthi yang menderita dyslexia. Kelainan yang dideritanya ternyata tidak diketahui oleh kedua orang tuanya hingga Ishaan dididik di sekolah asrama dan mendapatkan guru yang memang memahami keterbatasan tersebut. </p>
<p>Apakah sebenarnya dyslexia? Dyslexia merupakan keterbatasan yang dimiliki oleh seseorang yang mempengaruhi kemampuannya dalam bahasa lisan dan tulisan. Keterbatasan ini juga menyebabkan mereka sulit untuk memahami sesuatu, mengingat, mengorganisasikan dan menggunakan simbol-simbol verbal. Dyslexia tidak ada hubungannya dengan keterbatasan intelektual, karena dyslexia dapat terjadi pada individu dengan berbagai tingkat kecerdasan. Bahkan penelitian ilmiah juga menemukan adanya keterkaitan yang positif antara dyslexia dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata.</p>
<p>Berbagai kesulitan dialami oleh orang tua Ishaan ketika mereka harus mendidiknya. Orang tuanya pun akhirnya mengirimkannya ke sekolah asrama karena Ishaan telah dua tahun tidak naik kelas di sekolah sebelumnya. Ishaan amat sulit untuk melakukan perhitungan matematis, membaca dan menulis. Namun demikian ia memiliki kemampuan imajinasi yang tinggi. Hal ini terlihat dari lukisan-lukisan yang ia buat. Orang tua Ishaan tidak menyadari hal tersebut. Mereka selalu memaksakan agar Ishaan mendapatkan prestasi yang baik di sekolahnya agar kelak ia mampu bersaing dalam kehidupan di masyarakat. Rasa frustasi pun muncul dalam diri mereka berdua ketika mereka tak juga berhasil membuat Ishaan berubah. Proses pendidikan yang dialami oleh Ishaan di sekolah berasrama semakin membuatnya tertekan. Keteraturan, kedisiplinan dan ketiadaan kasih sayang dari kedua orang tuanya semakin meruntuhkan rasa percaya dirinya. Tipe-tipe guru yang memaksakan kehendak dan menekan siswa untuk selalu berprestasi di kelas semakin membuat Ishaan tertekan. Hingga pada akhirnya muncul seorang guru bernama Ram Shankar Nikumbh. Guru menggambar yang membuat segala sesuatunya menjadi berbeda.</p>
<p>Guru Nikumbh berhasil menumbuhkan kepercayaan diri Ishaan dan kemampuannya untuk melukis kembali. Nikumbh juga memberikan informasi yang detail kepada kedua orang tua Ishaan tentang kelainan dyslexia yang dimiliki oleh anaknya. Komunikasi ini juga dilakukannya kepada managemen sekolah untuk memberikan perlakuan yang khusus kepada Ishaan. Ishaan diberikan fasilitas untuk mendapatkan ujian secara lisan, mengingat kemampuannya menulisnya masih terkendala. Nikumbh sendiri sebenarnya juga penderita dyslexia yang berhasil mengatasi keterbatasan tersebut karena mendapatkan guru dan metode pembelajaran yang tepat. Pemahaman yang baik tentang dyslexia dan kesabarannya dalam mendidik Ishaan membuahkan hasil yang luar biasa. Kemampuan melukis Ishan menjadi semakin baik, dan ia juga berhasil membuat Ishan bisa membaca, menulis, berhitung dan mengingat urutan-urutan huruf, kata dan kalimat dengan baik.</p>
<p><strong>Pendidikan Yang Memanusiakan Manusia</strong></p>
<p>Saya jadi teringat dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Prof. Yohannes Surya, beliau mengatakan Anak-anak akan menjadi luar biasa jika diberikan guru yang hebat dengan metode yang tepat. Film yang saya kemuakan di atas merupakan paparan atas apa yang terjadi di dunia nyata. Selain film Taree Zameen Par, ada beberapa film dengan tema pendidikan yang menarik untuk disimak seperti Monalisa Smile dan 3 Idiot. Dari ketiga film tersebut dapat ditarik benang merah, bahwa pendidikan yang sesungguhnya adalah membuat manusia merdeka untuk berfikir dengan segala kreatifitas yang dimilikinya. Namun demikian pendidikan kita saat ini secara umum lebih menekankan pada prestasi akademik dan cenderung dogmatis. Model pendidikan seperti ini jelas tidak akan mampu menggali potensi-potensi anak seperti Ishaan yang menderita dyslexia. Padahal sebenarnya jika dikelola dengan baik anak- seperti ini justru yang akan menjadi penerus-penerus Albert Einstein, Stephen Hawking, dan ilmuwan-ilmuwan hebat lainnya.</p>
<p>Siswa yang hebat adalah mereka yang mampu mendapat nilai 100, 90, 80. Seringkali berbagai kesalahan tidak ditoleransi oleh guru-guru ataupun dosen-dosen ketika mereka menyampaikan materi pelajaran atau kuliahnya. Tak jarang juga, para pendidik tersebut memaksakan gaya belajar mereka kepada siswa mereka. Mereka lupa bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Setiap manusia diciptakan Tuhan dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Ada kelebihan dan tentu mereka memiliki kekurangan.</p>
<p>Banyak guru dan dosen bertindak seperti ulama besar, semua kata yang disampaikan harus ditiru, jawaban ujian harus sama persis dengan apa yang tercantum di dalam buku teks. Jawaban yang berbeda dari apa yang tercantum di buku teks atau apa yang telah disampaikan adalah haram! Mereka tidak mentolerir pemikiran-pemikiran yang berbeda. Inikah yang dinamakan pendidikan dan ilmu pengetahuan? Aneh !!, mendidik mengharuskan semua pemikiran sama dan ilmu pengetahuan dianggap seperti agama. Ilmu pengetahuan itu berkembang terus dalam hitungan waktu, bersifat dinamis dan selalu berubah. Ilmu pengetahuan dapat berkembang karena kritik. Apakah seperti itu mendidik? Gaya seperti itu tidak akan dapat membuat siswa atau mahasiswa menjadi paham. Mereka hanya pandai menghafal. Nilai mereka mungkin bisa bagus tapi hanya sebatas hafalan, mereka jelas tidak mampu mengaplikasikan hafalan tersebut di dunia nyata.</p>
<p>Pendidikan sebenarnya adalah proses untuk mengarahkan agar individu menjadi apa yang mereka bisa lakukan dan menjadi. Pendidikan bukan untuk memaksakan atas apa yang mereka tidak ingin lakukan dan menjadi. Adalah sangat tidak tepat untuk mengajarkan monyet terbang di angkasa atau mengajarkan lumba-lumba memanjat pohon. Mendidik adalah proses memanusiakan manusia, supaya mereka bisa hidup dengan potensi yang mereka miliki. Materialisme dalam kehidupan terkadang juga telah membutakan hati para orang tua untuk selalu menuntut anaknya selalu berprestasi, mencapai nilai yang tinggi dari sisi akademis agar kelak anaknya mampu bersaing dalam kehidupan. Tetapi mereka lupa untuk memanusiakan anak-anaknya. Kasih sayang hanya diberikan jika anak-anaknya berhasil mendapatkan nilai yang bagus, tetapi cacian datang bertubi-tubi ketika anaknya terpuruk.</p>
<p>Begitu juga dengan mereka-mereka yang disebut sebagai pendidik, terkadang mereka lupa memanusiakan anak didiknya. Seorang teman pernah bercerita pengalamannya memiliki seorang dosen yang pekerjaannya hanya mencaci dan memaki kesalahan mahasiswanya. Baginya kesalahan adalah aib yang memalukan. Baginya tidak ada pertanyaan yang baik, setiap pertanyaan selalu mendapatkan celaan. Tipe pendidik seperti apakah dosen itu? Sudahkah ia merasa dirinya begitu hebat dengan gelar dan prestasi yang ia miliki? Untuk guru-guru dan dosen-dosen yang berperilaku seperti ini, sebaiknya anda mengajar di padang bebatuan saja. Niscaya batu-batupun lama kelamaan akan pecah mendengar umpatan-umpatan, dan cacian Anda tersebut.</p>
<p>15 Januari 2011</p>
<p>http://www.kompasiana.com/arifperdana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=613&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/15/bintang-kecil-di-bumi-pendidikan-yang-memanusiakan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Indonesia Bahasa Yang Jelek ?</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/05/bahasa-indonesia-bahasa-yang-jelek/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/05/bahasa-indonesia-bahasa-yang-jelek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 18:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[“Bahasa menunjukkan bangsa”. Topik ini bukanlah suatu hal yang baru, ada ratusan artikel yang sudah mengulasnya. Untuk di website kompasiana saja sudah ada puluhan artikel yang berkaitan dengan topik tersebut. Beberapa artikel tersebut berbicara mengenai keprihatinan dari para penulis mengenai cara berbahasa masyarakat kita. Mariska Lubis dalam artikelnya berjudul ‘Bahasa Menunjukkan Bangsa’ mengemukakan bahwa saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=604&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Bahasa menunjukkan bangsa”. Topik ini bukanlah suatu hal yang baru, ada ratusan artikel yang sudah mengulasnya. Untuk di website kompasiana saja sudah ada puluhan artikel yang berkaitan dengan topik tersebut. Beberapa artikel tersebut berbicara mengenai keprihatinan dari para penulis mengenai cara berbahasa masyarakat kita. Mariska Lubis dalam artikelnya berjudul ‘Bahasa Menunjukkan Bangsa’ mengemukakan bahwa saat ini begitu banyak yang bangga jika berbahasa dengan menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Beberapa waktu lalu, Karni Ilyas pada akun twitternya juga menuliskan keprihatinannya tentang keterjajahan bangsa Indonesia karena penggunaan bahasa asing yang berlebihan pada fasilitas-fasilitas umum seperti bandara, yang sebenarnya penggunanya juga masih banyak orang Indonesia. Memiliki kemampuan berbahasa asing memang sangat dibutuhkan di era globalisasi saat ini, tetapi penggunaannya harus pada tempatnya dan pada orang yang tepat.</p>
<p>Masyarakat kita saat ini sangat gemar sekali untuk menggunakan bahasa yang bercampur antara bahasa Inggris dan Indonesia. Kekaguman masyarakat kita terhadap bahasa Inggris akhir-akhir ini tampak semakin menjadi-jadi, tapi kekaguman itu hanya sebatas untuk mencampur penggunaan bahasa tersebut dengan bahasa Indonesia supaya kelihatan sebagai bagian dari masyarakat yang mengikuti perkembangan globalisasi. Penggunaan bahasa Indonesia-Inggris ala “Cinta Laura” atau “Ciklish” (Cikeas English) ini pun bahkan ditunjukkan oleh pemimpin negeri ini.  Kondisi yang terjadi ini sebenarnya merupakan gambaran dari masyarakat kita yang sedang berdiri di atas kaki yang pincang. Di satu sisi kita belum memahami dengan baik dan benar bahasa Indonesia itu sendiri. Namun di lain pihak kita ingin dianggap bagian dari globalisasi dengan menggunakan istilah-istilah berbahasa Inggris yang sesungguhnya juga tidak digunakan secara baik dan benar.<br />
<span id="more-604"></span></p>
<p>Banyak masyarakat kita sendiri yang memiliki perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang masih minim. Hal ini menyebabkan ada beberapa kata-kata tertentu yang sesungguhnya baku di dalam bahasa Indonesia namun terasa lebih asing dari bahasa asing di kalangan masyarakat kita. Ingin bukti apakah anda yang membaca artikel ini juga memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar? Ada yang tahu padanan kata efektif dan efisien di dalam bahasa Indonesia? Dua kata ini begitu sering kita gunakan, efektif dan efisien merupakan serapan dari kata aslinya effective dan efficient dalam bahasa Inggris. Tapi kita tidak tahu apa padanannya dalam bahasa Indonesia. Jika anda telah mengetahuinya anda pasti akan tersenyum-senyum mendengarnya dan akan merasa enggan untuk menggunakannya. Termasuk saya juga tentunya. Padanan kata efektif dan efisien di dalam bahasa Indonesia adalah ‘mangkus’ dan ’sangkil’! Dua kata ini ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Apa yang anda pikirkan tentang kedua kata ini, terasa aneh dan janggal bukan? Maukah anda menggunakannya dalam tulisan-tulisan Anda? Yakinlah semua yang membaca tulisan anda akan tersenyum, bahkan tertawa dan tidak mengerti. Tulisan anda pun akan menjadi tidak laku.</p>
<p>Apa yang terjadi di dalam masyarakat kita ini sebenarnya lebih disebabkan karena kita sebagai bangsa Indonesia enggan untuk mempelajari bahasa negaranya sendiri. Saya teringat dengan seorang dosen saya Prof. Suwardjono. Perhatian beliau terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat tinggi. Bahkan dalam setiap mata kuliah yang diberikannya beliau selalu menyisipkan pembahasannya mengenai aspek kebahasaan. Upaya beliau yang gigih dalam memberikan kontribusi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyusunan standar dan istilah-istilah akuntansi juga sangat tinggi. Upaya ini tak jarang mendapatkan celaan dari rekan-rekannya. Beliau juga sudah menyusun artikel-artikel tentang ejaan yang baik dan benar untuk kepentingan akademis. Oleh salah seorang rekannya, kumpulan artikel ini disebut sebagai ejaan SWD (Suwardjono), dan ungkapan itu ternyata dipergunakan oleh Prof Suwardjono di sampul kumpulan artikelnya tersebut.</p>
<p>Salah satu ungkapan yang sering beliau ucapkan sebagai bahan sindiran adalah “bahasa itu yang penting mengerti maksudnya, untuk apa harus berbahasa dengan baik dan benar”. Kalimat tersebut merupakan sindiran atas keprihatinan beliau terhadap cara berbahasa masyarakat Indonesia yang sangat membangga-banggakan bahasa asing. Setiap kali beliau memberikan kuliah ataupun berbicara tidak pernah sekalipun saya mendengar perkataannya yang mencampur adukkan bahasa Indonesia dan Inggris ala Cinta Laura atau Ciklish yang tidak semestinya, kecuali memang jika hal itu diperlukan untuk menyebutkan istilah-istilah akademis. Meskipun demikian, ketika beliau berbicara dalam bahasa Inggris, ucapan yang disampaikan terdengar di telinga saya hampir menyerupai penutur asli. Kata-kata dalam bahasa Inggrisnya tersusun begitu rapi dengan tekanan suara yang sesuai.</p>
<p>Begitulah kondisi penggunaan bahasa Indonesia di negeri ini. Bahasa Indonesia terasa kurang ‘keren’ dan indah terdengar di telinga. Bahasa Indonesia dianggap jelek. Banyak kata-kata di dalam bahasa Indonesia yang dicoba dicari padanannya di dalam bahasa Inggris untuk kemudian dipopulerkan dan diserap dengan alasan kata serapan tersebut jauh lebih halus. Tidak ada salahnya memang untuk melakukan penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Cara seperti itu juga dilakukan oleh Jepang untuk memperkaya kosakata dalam bahasanya. Namun demikian sungguh sangat ironis ketika kosakata yang ada di dalam bahasa Indonesia sendiri mengalami peyorasi (pemburukan makna) dibandingkan dengan padanannya dalam bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh kata penis dan vagina. Apakah ada padanan yang sesuai dalam bahasa Indonesia dan terdengar halus di telinga untuk kedua kata ini? Saya rasa sulit untuk menemukannya. Anda bisa menyebutkannya sendiri. Semua padanan kata untuk kedua kata ini dalam bahasa Indonesia telah mengalami pemburukan makna. Hal ini mungkin diakibatkan karena ada padananannya dalam bahasa Inggris yang telah diserap. Padahal obyek yang ditunjuk oleh kedua kata ini sama saja, mau dalam bahasa Inggris ataupun Indonesia tetap juga menunjuk pada alat kelamin. Tapi tetap saja bahasa Indonesia terasa lebih jelek. Bukan hanya itu saja, masih banyak lagi contoh lainnya. Penggunaan kata koruptor terasa lebih halus dan manusiawi. Penggunaan kata maling, garong, perampok, pencuri dianggap buruk dan lebih hewani. Barangkali penggunaan  kata koruptor inilah yang menyebabkan identitas seorang koruptor masih lebih terhormat. Seharusnya kita panggil saja koruptor itu dengan garong.</p>
<p>Tidak hanya penggunaan bahasa Indonesia secara lisan, penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan pun kian memperihatinkan. Jika anda sering melakukan blogwalking, anda juga akan dengan mudah menemukan berbagai kesalahan dalam bahasa tulis. Mulai dari penggunaan titik koma yang tidak tepat hingga pada konten penulisan yang tidak memperhatikan etika dan sopan santun dalam bahasa tulis. Bahkan untuk penempatan kata awalan “di” saja masih banyak yang melakukan kesalahan. Kerusakan dalam berbahasa semakin diperparah dengan munculnya bahasa-bahasa alay dan penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak pada tempatnya dalam bahasa tulis di kalangan remaja. Dari beberapa kondisi yang saya amati, tulisan-tulisan yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik kurang digemari apalagi di kalangan remaja.</p>
<p>Ada baiknya kita sebagai bangsa Indonesia mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah China untuk melarang penggunaan bahasa Cinglish (Cina dicampur Inggris). Penggunaan bahasa Cinglish dinilai akan merusak kaidah-kaidah dan nilai budaya dalam bahasa China. Pelarangan ini sudah diberlakukan untuk media radio dan televisi. Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Mungkin saja suatu waktu di masa depan nanti, bahasa Indonesia akan hilang dari muka bumi karena dianggap jelek oleh penuturnya sendiri. Bahasa Indonesia mungkin nanti akan berubah menjadi bahasa Indolish, Cinta Laura atau Ciklish!. Pernyataan ini bukan mengada-ada, UNESCO pernah mengemukakan bahwa rata-rata dalam dua minggu satu bahasa lenyap dari muka bumi!.</p>
<p>http://www.kompasiana.com/arifperdana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=604&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/05/bahasa-indonesia-bahasa-yang-jelek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomika Identitas: Antara Donasi dan Korupsi</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/03/ekonomika-identitas-antara-donasi-dan-korupsi/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/03/ekonomika-identitas-antara-donasi-dan-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 13:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 15 Juli 2010 yang lalu muncul berita di situs online reuters.com yang menyebutkan Paul Allen menjanjikan untuk mendonasikan kekayaannya sejumlah $13.5 milliar dollar untuk dana filantrofi (kepentingan sosial dan kemanusiaan). Allen di tahun 2010 ditempatkan oleh Forbes , majalah pemeringkat orang-orang terkaya sejagad ke dalam ranking ke-37 dengan nilai kekayaan $13.5 milliar dollar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=599&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arifperdana.files.wordpress.com/2011/01/9780691146485.jpg"><img src="http://arifperdana.files.wordpress.com/2011/01/9780691146485.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" title="9780691146485" width="198" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-600" /></a><br />
Pada tanggal 15 Juli 2010 yang lalu muncul berita di situs online reuters.com yang menyebutkan Paul Allen menjanjikan untuk mendonasikan kekayaannya sejumlah $13.5 milliar dollar untuk dana filantrofi (kepentingan sosial dan kemanusiaan). Allen di tahun 2010 ditempatkan oleh Forbes , majalah pemeringkat orang-orang terkaya sejagad ke dalam ranking ke-37 dengan nilai kekayaan $13.5 milliar dollar . Kekayaan tersebut akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan filantrofi setelah ia meninggal nanti. Sejak 20 tahun lalu pun Allen telah mendirikan Paul G. Allen Family Foundation yang bergerak untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan dengan dana milliaran dollar yang dikeluarkan dari kekayaan pribadinya. Aktivitas sosial seperti ini juga dilakukan oleh Bill Gates, Warren Buffet dan Pangeran Al Waleed bin Talal. Ketiga nama ini juga bertengger dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Lebih dari separuh kekayaan Bill Gates didonasikan untuk dana filantrofi. Warren Buffet bahkan tak tanggung-tanggung mengalokasikan 99% kekayaannya selama ia hidup hingga ia meninggal untuk kemanusiaan. Bill Gates, Mellinda Gates dan Warren Buffet juga mengkampanyekan aktivitas ini kepada milliarder-milliarder lainnya untuk melakukan kegiatan serupa dan menyisihkan sedikitnya 50% kekayaannya untuk kemanusiaan.<br />
<span id="more-599"></span></p>
<p><strong>Rasionalitas Ekonomi dan Konteks Sosial</strong></p>
<p>Logika orang-orang yang belum berkesempatan untuk memiliki kekayaan seperti mereka mungkin akan mengatakan bahwa mereka telah merasakan segalanya dengan uang dan wajar bagi mereka untuk melakukan kegiatan tersebut. Dari sisi ekonomi, apa yang mereka lakukan juga tidak rasional, karena mereka tidak lagi berusaha memaksimalkan utilitas (kepuasan/kegunaan) yang mereka dapatkan secara materi. Ilmu ekonomi secara umum memandang bahwa kepuasan selalu identik dengan uang. Manusia bertindak dan berperilaku didasarkan atas motif-motif yang semuanya berujung pada uang. Rasionalitas dalam ekonomika neoklasik tentunya tidak akan mampu menjelaskan mengapa orang-orang seperti Bill Gates, Waren Buffet, Paul G Allen dan Pangeran Al Waleed bin Talal bersedia mengeluarkan kekayaannya yang begitu besar untuk filantropi.</p>
<p>Pendekatan humanistik dalam psikologi yang meminjam teori Maslow dapat digunakan sebagai dasar kajian. Hirarki kebutuhan Maslow menyatakan bahwa kebutuhan manusia dimulai dari kebutuhan fisiologis / dasar, kebutuhan akan rasa aman dan tentram, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan yang terakhir kebutuhan untuk aktualisasi diri. Dua kebutuhan yang disebutkan di awal berkaitan dengan kebutuhan individual manusia, kebutuhan selanjutnya lebih bersifat sosial. Interaksi antara individu satu dengan manusia lainnya memunculkan konteks sosial yang akan memicu bagaimana individu tersebut berperilaku. Memahami perilaku manusia dalam ekonomi ternyata lebih penting untuk dikaji dari sisi konteks sosialnya daripada hanya sekedar menilainya dari sisi rasionalitas ekonomi.</p>
<p>Asumsi rasionalitas tidak dapat lagi dijadikan dasar untuk menilai perilaku manusia dalam aktifitas ekonominya. Ilmu ekonomi yang kokoh mengatakan bahwa manusia itu self-regarding /self interest lupa bahwa manusia hidup dalam lingkungan sosial. Interaksi antar individu dan lingkungan sosial menyebabkan manusia dapat mengambil keputusan yang berbeda-beda atas pilihan yang akan diambilnya. Kompleksitas kehidupan manusia tidak selalu dapat diukur secara empiris dan diprediksi melalui hasil empiris itu pula.</p>
<p><strong>Peran Identitas dalam Ekonomi</strong></p>
<p>Kepuasan manusia lebih didasari oleh kelompok/kategori sosial, norma dan identitas. Ciri biologis, lingkungan geografis, gender, dan pergaulan akan membentuk seorang individu dalam kelompok sosial tertentu, sementara norma memberikan panduan bagaimana sebenarnya mereka harus berperilaku dan bagaimana orang lain harus berperilaku terhadap mereka dalam kelompok sosial tersebut. Upaya individu untuk menyesuaikan dengan kelompok-kelompok sosial yang melekat pada dirinya dan norma yang memandunya akan memunculkan identitas. Sebagai contoh, kebutuhan seorang pria tentu akan berbeda dengan wanita. Anak usia 10 tahun tentu memiliki keinginan yang berbeda dengan anak usia 17 tahun. Generasi baby boomer , generasi Xer dan generasi Yer tentu akan berbeda dengan generasi linkster dalam hal kebutuhan. Perbedaan identitas seperti inilah yang sebenarnya memicu bagaimana individu berperilaku dan beraktifitas dalam kehidupannya. Ekonom George A . Akerlof dan Rachel E. Kranton menyebutnya sebagai Ekonomika Identitas.</p>
<p>Ekonomika identitas merupakan konvergensi antara ilmu ekonomi, psikologi dan sosiologi. Ide ekonomi identitas pertama kali dimunculkan oleh George A . Akerlof di tahun 2000 dalam Quarterly Journal of Economics . Hasil riset ini kemudian dituangkan ke dalam buku yang berjudul Identity Economics (2010). Ide ini sebenarnya didasari oleh pentingnya identitas dalam ekonomi. Manusia sebagai makhluk sosial tentunya memiliki peran sosial tertentu sehingga mereka dapat mengidentifikasi bagaimana sebenarnya identitas diri pribadi dan sosial yang melekat dalam dirinya.</p>
<p>Ekonomika identitas mendasarkan kajiannya atas eksperimen-eksperimen ekonomi keperilakuan yang dinaungi oleh konteks psikologi dan sosiologi. Perkembangan ekonomi keperilakuan saat ini memang sangat pesat. Nama-nama seperti Maurice Allais, George A. Akerlof, Daniel Kahneman, Vernon L. Smith, dan Elinor Ostrom merupakan penerima nobel ekonomi yang kontribusinya sangat besar di dalam ekonomika keperilakuan. Riset-riset yang mereka lakukan tidak hanya mendasarkan atas kajian rasionalitas dalam ekonomi semata yang menganggap bahwa manusia itu self-regarding /self interest . Perilaku individu dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi ternyata sangat dipengaruhi oleh interaksi dan konteks sosial dimana mereka berada. Keterhubungan sosial antara individu satu dengan lainnya menyebabkan seseorang dapat bertindak rasional dan irrasional hanya karena cara individu menilai orang lain dan bagaimana orang lain memandang dirinya.</p>
<p>Kembali ke ilustrasi di atas, Apa yang sebenarnya menjadi pemicu orang-orang terkaya seperti Bill Gates, Waren Buffet, Paul G Allen dan Pangeran Al Waleed bin Talal untuk mendonasikan lebih dari separuh kekayaannya? Ekonomika identitas lebih tepat untuk menjawabnya. Konteks sosial dimana mereka berada dan nilai-nilai yang ada dalam diri mereka lebih mempengaruhi bagaimana mereka bertindak. Identitas diri mereka yang menjadi dasar bagaimana mereka berperilaku.</p>
<p>Ekonomika identitas juga dapat menjelaskan mengapa korupsi di Indonesia masih cukup sulit untuk diberantas. Institusi hukum yang terkesan tak berdaya menghadapinya. Apa sebenarnya yang menjadi masalah? Coba kita lihat konteks sosial masyarakat Indonesia. Meskipun sanksi hukum yang diberikan untuk koruptor sudah tegas, namun dalam lingkungan sosial, koruptor masih mendapat tempat di masyarakat. Identitas sebagai koruptor ternyata tidak membuat koruptor terkucil di masyarakat. Identitas sebagai koruptor belum setara dengan identitas sebagai seorang pembunuh ataupun pezina.</p>
<p>Umumnya masyarakat kita cenderung menilai kesuksesan dari kemewahan yang dimiliki tanpa memperhatikan proses yang dilakukan untuk mencapai kemewahan tersebut. Identitas seperti inilah yang sebenarnya harus diubah. Begitu identitas berubah, maka perilaku seseorang akan berubah pula, termasuk perilaku ekonominya. Korupsi dapat diberantas apabila penegakan hukum diiringi dengan perubahan identitas para koruptor baik secara ekonomi, sosial maupun politik. Jangan pernah memberikan tempat yang layak dari sisi ekonomi, politik dan sosial bagi para koruptor!.</p>
<p>http://www.kompasiana.com/arifperdana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=599&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2011/01/03/ekonomika-identitas-antara-donasi-dan-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arifperdana.files.wordpress.com/2011/01/9780691146485.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">9780691146485</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tron Legacy: Pesan Moral Bagi Kehidupan Manusia</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/24/tron-legacy-pesan-moral-bagi-kehidupan-manusia/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/24/tron-legacy-pesan-moral-bagi-kehidupan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 13:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Motivational & Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Review Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Visualisasi film ini memang terlihat amat menawan. Film virtual futuristik yang melibatkan teknologi 3D tingkat tinggi. Aksi animasi fotorealistis dan visualisai 3D yang cukup menarik, membuat detail-detail film hi-tech ini sayang untuk dilewatkan. Secara visual film ini memang patut diacungi jempol, namun demikian ada hikmah yang menarik yang dapat kita ambil dari balik kehebatan visualisasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=591&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arifperdana.files.wordpress.com/2010/12/tron.jpg"><img src="http://arifperdana.files.wordpress.com/2010/12/tron.jpg?w=230&#038;h=300" alt="" title="Tron" width="230" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-595" /></a>Visualisasi film ini memang terlihat amat menawan. Film virtual futuristik yang melibatkan teknologi 3D tingkat tinggi. Aksi animasi fotorealistis dan visualisai 3D yang cukup menarik, membuat detail-detail film hi-tech ini sayang untuk dilewatkan. Secara visual film ini memang patut diacungi jempol, namun demikian ada hikmah yang menarik yang dapat kita ambil dari balik kehebatan visualisasi yang ditampilkannya.</p>
<p>Film ini mengisahkan tentang seorang manusia (Sam Flynn ) yang terseret ke dalam realitas virtual buatan ayahnya (Kevin Flynn) dua puluh tahun yang lalu. Kevin Flynn adalah seorang programmer software handal dan juga CEO dari ENCOM International. Idealismenya yang luar biasa telah mengantarkannya pada penciptaan area digital yang disebut sebagai ‘The Grid’. Di dalam dunia virtual tersebut ia berupaya merealisasikan idealismenya untuk menciptakan suatu sistem yang sempurna. Kevin pun mengawalinya dengan membuat dua program yaitu Tron dan Clu. Dua program ini merupakan hasil cloning dari Kevin. Kloning secara digital ini dibuat dengan tujuan agar program yang dibuat ini memiliki visi yang sama dengan penciptanya yaitu Kevin dalam merealisasikan tujuannnya. Tron bertugas untuk menjaga are digital The Grid, sementara Clu bertugas membantu Kevin untuk menciptakan sistem yang sempurna.<br />
<span id="more-591"></span><br />
Dalam pengembangan The Grid, ternyata muncul kehidupan baru yang tak terduga  dari lingkungan artifisial The Grid. Kehidupan baru tersebut bernama algoritma isomorfis (isomorphic algorithm/ISOs). Kevin ternyata tertarik dengan bentuk kehidupan ISOs dan berusaha untuk mengorganisasinya agar menjadi kehidupan yang lebih baik. Kevin beranggapan bahwa ISOs dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan mulai dari keilmuan, kesehatan hingga permasalahan religius. Perbedaan pendapat pun terjadi, Clu menganggap bahwa ISOs adalah kehidupan yang  tidak sempurna dan untuk itu harus dimusnahkan. Clu akhirnya menghianati Kevin dan Tron dengan membunuh seluruh kehidupan ISOs, hingga hanya satu yang tersisa yaitu Quorra yang menjadi sahabat baik Kevin. Area digital The Grid berubah sedemikian drastis. Apa yang dicita-citakan oleh Kevin untuk menciptakan dunia virtual yang megah, indah, dan sempurna menjadi pupus. Semua peraturan yang keamanan di dunia Grid dilanggar, sehingga akhirnya dunia Grid sudah menjadi dunia bebas yang liar dan juga tanpa peraturan. Sam Flynn datang ke dunia virtual antah berantah tersebut untuk menyelamatkan sang Ayah Kevin Flynn dari kejahatan Clu. Cerita ini pun kemudian dibungkus rapi dengan imajinasi visualisasi futuristik yang indah.</p>
<p>Ada beberapa pelajaran moral yang dapat diambil dari film Tron Legacy. </p>
<p><strong>Kisah Cinta Seorang Anak Terhadap Ayahnya</strong></p>
<p>Kisah cinta Sam terhadap Kevin sang Ayah ternyata tidak pernah pupus. Misteri lenyapnya sang ayah dari dunia nyata membuatnya selalu berupaya untuk menemukan sang Ayah kembali. Rasa sayang dan cinta yang telah melekat di alam bawah sadar Sam akhirnya mengantarkannya ke laboratorium digital milik ayahnya. Petualangan ini berawal ketika Sam mendapatkan informasi dari sahabat Sang Ayah yang menerima pesan singkat yang diperkirakan berasal Kevin. </p>
<p><strong>Penghianatan makhluk ciptaan</strong></p>
<p>Clu yang merupakan program (makhluk) yang diciptakan oleh Kevin melalui proses kloning secara digital ternyata menghianati penciptanya sendiri (Kevin). Clu melakukan pemberontakan karena menilai bahwa apa yang dilakukan penciptanya (Kevin)  tidak sesuai dengan keinginannya. Meskipun tidak begitu pas untuk dianalogikan antara Tuhan dan Makhluk Ciptaan-Nya, tetapi ada pesan moral yang dapat kita tangkap disini. Begitu banyak manusia di bumi ini yang merasa dirinya berkuasa bahkan menantang Tuhan. Mereka dengan seenaknya menghakimi orang lain, yang sebenarnya wilayah tersebut adalah milik Sang Penguasa atau Sang Pencipta. Manusia selalu berupaya untuk menciptakan dunianya sendiri dan melupakan Tuhan yang telah menciptakannya. Ilmu yang dimiliki oleh manusia seringkali membuatnya menjadi angkuh dan sombong dan mengenyampingkan peran Tuhan sebagai Sang Pencipta.</p>
<p><strong>Hidup itu wujud karena adanya ketidaksempurnaan.</strong></p>
<p>Cita-cita Kevin adalah mewujudkan suatu dunia virtual yang indah dan sempurna dengan sistem yang tertata rapi. Untuk itulah ia menciptakan dua makhluk yaitu Clu dan Tron. Dalam perjalanannya ternyata ada hal-hal tak terduga yang muncul. Kehidupan baru yang bernama algoritma isomorfis (isomorphic algorithm/ISOs) muncul sebagai suatu ketidaksempurnaan. Namun demikian ketidaksempurnaan itulah yang mengakibatkan kehidupan di dunia virtual itu mewujud. Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang memiliki kesempurnaan sejati. Setiap manusia telah diciptakan Tuhan sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi tertentu yang didalamnya tentu terdapat kekurangan dan kelebihan. Ketidaksempurnaan itulah yang sesungguhnya membuat kehidupan manusia itu terus bergulir hingga saat ini. Ketidaksempurnaan itu juga yang mampu meredam kesombongan manusia dalam kehidupannya.<br />
<strong><br />
Homogenitas dan eksklusifisme kelompok</strong></p>
<p>Memiliki sikap sebagai makhluk yang sempurna dan ingin menciptakan kehidupan yang sempurna telah mewujud di dalam diri Clu. Eksklusifisme yang berlebihan telah membuatnya merendahkan kehidupan ISOs.  Di dalam dunia nyata, sikap merasa paling baik dan benar atas apa yang dilakukan oleh individu dan kelompoknya telah menjadi racun dalam kehidupan dan interaksi sosial manusia. Sikap seperti ini merupakan awal dari kelahiran intoleransi dalam kehidupan manusia. Jika kita elaborasikan dengan pemahaman religius dan pandangan dalam keberagamaan. Toleransi adalah ujian terberat dalam kehidupan. Ketika kita berada dalam kekuasaan untuk mengendalikan ataupun menjadi golongan mayoritas, pada saat itulah kita dihadapkan pada ujian tentang toleransi. Mengapa kita harus marah dengan heterogenitas dalam keyakinan, sementara heterogenitas itu sendiri sudah merupakan ketentuan Tuhan. Tuhan yang mengizinkan semua  itu terjadi. Toleransi atas perbedaan itu lah yang harus lebih diutamakan daripada hanya sekedar memaksakan keyakinan dan mempersalahkan orang lain atas nama keyakinan.</p>
<p>Hikmah menarik lainnya yang bisa diambil dari film ini adalah kehidupan digital virtual yang ditampilkannya. Setiap program (makhluk) yang ada di dalam The Grid memiliki disk (cakram) masing-masing yang berfungsi untuk merekam segala tindak-tanduknya dan aktifitas ksehariannya. Disamping itu yang amat menarik juga adalah konsep mengenai DNA digital yang divisualisasikan pada saat Kevin memperbaiki tangan Quorra  yang remuk. Kehidupan manusia di dunia ini sebenarnya juga dapat dianalogikan sebagai suatu rancangan dan penciptaan digital yang amat canggih oleh Tuhan. Setiap kita memiki disk (cakram) yang mampu mencatat secara otomatis setiap perbuatan yang kita lakukan. Tindakan baik dan buruk yang kita lakukan tersimpan dalam log/history pencatatan yang sempurna yang dilakukan oleh dua malaikat yang diutus Tuhan. DNA manusia yang amat kecil ternyata memiliki rahasia yang luar biasa menakjubkan. Disitulah tersimpan data-data digital manusia dalam bentuk kode-kode kombinasi byte dan bit data yang unik (dalam biologi dikenal dengan struktur Adenin, Guanin, Sitosin dan Timin).  Kesamaan struktur DNA mengakibatkan kesamaan ciri makhluk hidup, perbedaan dalam DNA pula yang mengakibatkan adanya perbedaan dalam ciri makhluk hidup. Sungguh, kehidupan manusia adalah hasil pemrograman digital yang amat sangat canggih yang dilakukan oleh Sang Pencipta. </p>
<p>24 Desember 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/591/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=591&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/24/tron-legacy-pesan-moral-bagi-kehidupan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arifperdana.files.wordpress.com/2010/12/tron.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">Tron</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anjing: Binatang yang Mulia Karena Kesetiaannya</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/24/anjing-binatang-yang-mulia-karena-kesetiaannya/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/24/anjing-binatang-yang-mulia-karena-kesetiaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 07:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Motivational & Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Review Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Tidak sedikit kata-kata sumpah serapah yang kita dengar dialamatkan kepada binatang yang satu ini. Tapi benarkah perilaku anjing seburuk apa yang dijadikan ucapan sumpah serapah manusia ketika ia marah atau tak ada lagi bahasa yang lebih sopan untuk mengungkapkan kekecewaanya. Saya juga tidak mengetahui mengapa kata-kata anjing sering menjadi menu favorit dalam sumpah serapah. Tidakkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=588&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arifperdana.files.wordpress.com/2010/12/34798_1698503379043_1131649360_31837224_509233_n.jpg"><img src="http://arifperdana.files.wordpress.com/2010/12/34798_1698503379043_1131649360_31837224_509233_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="34798_1698503379043_1131649360_31837224_509233_n" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-597" /></a>Tidak sedikit kata-kata sumpah serapah yang kita dengar dialamatkan kepada binatang yang satu ini. Tapi benarkah perilaku anjing seburuk apa yang dijadikan ucapan sumpah serapah manusia ketika ia marah atau tak ada lagi bahasa yang lebih sopan untuk mengungkapkan kekecewaanya. Saya juga tidak mengetahui mengapa kata-kata anjing sering menjadi menu favorit dalam sumpah serapah. Tidakkah manusia-manusia  yang mengucapkan kata-kata tersebut memahami bahwa ketika ia mengucapkan kata-kata anjing, sesungguhnya ia bahkan lebih rendah dari hewan tersebut. </p>
<p>Pernahkah Anda mendengar peribahasa Jepang yang mengatakan “Seekor anjing akan mengingat tiga hari kebaikan selama tiga tahun, sementara kucing akan  melupakan tiga tahun kebaikan dalamtiga hari” ? Tidak ada satupun makhluk Tuhan di muka bumi yang diciptakan dengan sia-sia. Termasuk anjing. Apa yang bisa kita pelajari dari anjing adalah tentang kesetiaanya. Ada dua film tentang kesetiaan anjing yang begitu menyentuh yaitu <em>Hachiko </em>dan Eight Below. Kedua film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di negeri Jepang dan benua  Antartika.</p>
<p>Kisah nyata tentang kesetiaan anjing Hachiko memang telah menarik perhatian publik Jepang. Bahkan  untuk mengenang kesetiaannya, di depan Stasiun Shibuya didirikan patung Hachiko. Dalam kisah nyata, Hachiko merupakan anjing peliharaan Profesor Hidesaburo Ueno (di dalam filmnya diperankan menjadi Professor  Parker Wilson) yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Anjing ini selalu setia mengantar kepergian sang Professor saat berangkat mengajar di pagi hari dan mejemput kedatangannya dari mengajar di sore hari.<br />
<span id="more-588"></span><br />
Hingga suatu ketika di pagi hari, Sang Professor pergi mengajar, namun demikian Hachiko terlihat berat untuk melepaskan kepergian majikannya. Suara Hachiko  menyalak keras dengan mata yang berkaca-kaca untuk melepaskan kepergian Profesor Ueno pada hari itu. Pada sore harinya Hachiko datang untuk menjemput tuannya di Stasiun Shibuya, tapi hingga beberapa hari Professor Ueno tak juga tiba. Hachiko tidak tahu ternyata majikannya telah meninggal dunia karena serangan jantung saat mengajar. Kesetiaan Hachiko menunggu majikannya di stasiun Shibuya berlangsung hingga sepuluh tahun, dari tahun 1925 sejak kematian Profesor Ueno hingga tahun 1935. Pada tahun 1935 Hachiko meninggal Upacara pemakamannya berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia dan dimakamkan di samping makam Profesor Ueno. Kesetian Hachiko begitu menarik perhatian orang-orang Jepang, ceritanya dimuat dikoran-koran dan bahkan difilmkan di tahun 2009.</p>
<p>Kisah nyata menarik lainnya tentang anjing yang juga difilmkan adalah  Eight Below (2006). Delapan anjing pemberani di dalam kisah ini yaitu Maya, Max, Old Jack, Buck, Shorty, Dewey, Shadow dan Truman benar-benar menyentuh hati nurani. Kedelapan anjing ini merupakan hewan kesayangan Jerry Shepard , seorang guide di antartika yang ditugaskan oleh National Science Foundation. Delapan anjing pilihan ini digunakan untuk membantu ekspedisi ilmiah yang dilakukan oleh ahli geologi dari UCLA, Davis McLaren untuk menemukan serpihan meteorit dari planet Merkurius yang jatuh di gunung Melbourne di benua antartika. </p>
<p>Perjalanan ke gunung Melbourne hanya dapat ditempuh dengan menggunakan bantuan anjing-anjing tersebut.<br />
Hipotermia yang dialami oleh Shepard  dan Mclaren mengakibatkan mereka harus meninggalkan anjing-anjing tersebut. Proses penyembuhan hipotermia diasumsikan hanya dalam waktu beberapa hari, oleh karena itu kedelapan anjing tersebut diikat di depan stasiun riset mereka di Antartika. Cuaca dan badai yang tidak memungkinkan akhirnya membuat Sheppard harus terpisah dengan anjing-anjingnya hingga +/- 6 bulan. </p>
<p>Maya, Max, Buck, Shorty, Dewey, Shadow dan Truman  berhasil melepaskan diri dari rantai yang mengikat mereka. Hanya Old Jack yang tidak berusaha melepaskan diri dari ikatan tersebut dan dengan setia menunggu Shepard di depan stasiun riset.  Ada banyak adegan yang mengharukan dalam film ini, diantaranya aksi penyelamatan Davis Mclaren yang dilakukan oleh Maya, kesetiaan Old Jack untuk menunggu Jerry Shepard, kesetiakawanan Maya, Max, Buck, Shorty, Shadow dan Truman  kepada menemani Dewey yang sekarat karena jatuh dari tebing es saat bermain di bawah cahaya aurora, dan kesetiaan Max yang rela menunggu dan memberikan makanan kepada Maya yang terluka kakinya karena digigit anjing laut. </p>
<p>Masih banyak lagi kisah-kisah menarik lainnya tentang anjing. Bahkan dalam mitologi kristen juga dikenal kisah kesetiaan anjing melalui cerita tentang tujuh orang pemuda yang tertidur sekian ratus tahun bersama dengan anjingnya. Islam juga mengenal cerita tersebut melalui riwayat tentang ashabul kahfi.  Dalam riwayat yang sahih pun diberitakan bahwa anjing ashabul kahfi merupakan salah satu hewan yang nanti akan menghuni surga. Dalam suatu riwayat juga diceritakan bahwa keihlasan seorang pelacur untuk member minum anjing yang kehausan telah mengantarnya menuju rahmat dan keridhaan Tuhan untuk menjadi penghuni surga.  Nabi sendiri bahkan pernah memberikan minum seekor anjing dengan alas kakinya.</p>
<p>Posisi anjing di sebagian masyarakat kita memang tidak begitu baik dibandingkan dengan hewan lainnya seperti kucing. Sebagian umat Islam selalu menghindari anjing karena dianggap sebagai binatang najis meskipun yang dimaksud najis hanyalah air liurnya. Meskipun dalam ajaran Islam anjing diharamkan untuk dipelihara kecuali untuk tujuan tertentu seperti menjaga ternak, lading dan berburu. Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah hikmah tentang kesetiaan anjing  yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi manusia. Bagaimanapun anjing adalah ciptaan Tuhan. Tidak selayaknya kita membenci anjing ataupun menggunakan kata-kata anjing untuk melakukan sumpah serapah. Jika manusia berbuat seperti itu, sesungguhnya anjing jauh lebih mulia daripada orang-orang yang hanya menyebut dan membencinya sementara mereka tidak mengerti mengapa Tuhan menciptakan anjing.</p>
<p>24 Desember 2010</p>
<p>http://www.kompasiana.com/arifperdana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=588&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/24/anjing-binatang-yang-mulia-karena-kesetiaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arifperdana.files.wordpress.com/2010/12/34798_1698503379043_1131649360_31837224_509233_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">34798_1698503379043_1131649360_31837224_509233_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Believe</title>
		<link>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/14/i-believe/</link>
		<comments>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/14/i-believe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 02:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivational & Inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifperdana.wordpress.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[I BELIEVE that each individual has the power to change the world; I BELIEVE that every Action we take can ripple out farther than we realize; I BELIEVE that ordinary people can do extraordinary things; I BELIEVE that Compassion is stronger than hatred; I BELIEVE that Knowledge is stronger than ignorance; I BELIEVE that Understanding [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=586&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='600' height='368' src='http://www.youtube.com/embed/3xEAOLyS_cY?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p>I BELIEVE that each individual has the power to change the world;<br />
I BELIEVE that every Action we take can ripple out farther than we realize;<br />
I BELIEVE that ordinary people can do extraordinary things;<br />
I BELIEVE that Compassion is stronger than hatred;<br />
I BELIEVE that Knowledge is stronger than ignorance;<br />
I BELIEVE that Understanding is stronger than fear;<br />
I BELIEVE that it is possible to see through another&#8217;s eyes if you try;<br />
I BELIEVE that each of us is connected by our shared Humanity;<br />
I BELIEVE that our similarities are more important than our differences;<br />
I BELIEVE that all individuals have a right to dignity and respect;<br />
I BELIEVE that you should do unto others as you would like others to do unto you;<br />
I BELIEVE that Hope is stronger than despair;<br />
I BELIEVE that every Random Act of Kindness makes this world a better place;<br />
I BELIEVE that while governments make treaties, individuals make Peace;<br />
I BELIEVE that it is possible to change the Path you are traveling;<br />
I BELIEVE that each individual must make a conscious decision to choose Peace;<br />
I BELIEVE that you have to lead by example;<br />
I BELIEVE that Peace Will Prevail;<br />
I BELIEVE that together, we can Heal the Heart of Humanity.</p>
<p>Taken from: Humanity Healing Networks</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifperdana.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifperdana.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifperdana.wordpress.com&amp;blog=617608&amp;post=586&amp;subd=arifperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifperdana.wordpress.com/2010/12/14/i-believe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b11a5888bf27c1fdaead4f8481b2ab?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arifperdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
