Ironi Sebuah Negeri Muslim

Indonesia sebenarnya cukup berpotensi untuk menjadi negara makmur yang diperhitungkan di dunia internasional, hal ini dapat dilihat dari melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki negara ini, keindahan alam nan menawan sebagai salah satu sumber penghasil devisa terbesar, jumlah populasi penduduk muslim terbesar yang dapat menjadi potensi sebagai penebar rahmat bagi seluruh alam semesta dan ummat manusia. Berikut kita akan disuguhkan beberapa potensi yang dimiliki oleh Indonesia dalam hal sejarah, religiusitas masyarakat, dan sumber daya alam yang dimilikinya.

SEJARAH, RELIGIUSITAS, DAN SUMBER DAYA ALAM

(1) Di Indonesia pernah hadir 3 negara berdaulat. Pertama, Sriwijaya, dari abad ke-7 (sekitar tahun 670) sampai abad ke-14 (sekitar tahun 1377) berusia sekitar 700 tahun. Kedua, Majapahit, dari abad ke-13 (sekitar tahun 1294) sampai abad ke-15 (sekitar tahun 1478) berusia hampir 200 tahun. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang akan berusia 60 tahun. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(2) Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yaitu sebanyak 182,570,000 jiwa. (Sumber : wikipedia.org)

(3) Jumlah masjid di Indonesia (di luar surau, tajug, mushola dll.) mencapai 600.000 buah (Sumber : Pikiran Rakyat, 9 Desember 2005)

(4) Di Indonesia potensi dana filantropi (dana kemanusiaan yang didalamnya termasuk zakat, infaq, sedekah) diperkirakan mencapai Rp 2,3 hingga 4,6 triliun per tahun (Sumber : SWA, 19 April 2006).

(5) Indonesia memiliki panjang pantai 88.000 km, yang merupakan nomor 2 terpanjang di dunia. (Sumber, Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(6) Indonesia merupakan negara dengan areal terluas ke 15 di Dunia dengan luas sebesar 1,904,569 km2. (Sumber : wikipedia.org)

(7) Indonesia menempati peringkat ke-4 dalam jumlah penduduk sebanyak 222,781,000 (July 2005). (Sumber : wikipedia.org)

(8) Indonesia merupakan negara terpadat ke 61 di dunia dengan jumlah populasi 117 per km2. (Sumber : wikipedia.org)

(9) Indonesia adalah penghasil biji-bijian terbesar no 6 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(10) Indonesia penghasil beras no 3 di dunia setelah China dan India. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(11) Indonesia penghasil teh terbesar no 6 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(12) Indonesia penghasil kopi terbesar no 4 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(13) Indonesia penghasil coklat terbesar no 3 di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(14) Indonesia penghasil minyak sawit no 2 di dunia setelah Malaysia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(15) Indonesia penghasil lada putih terbesar di dunia dan lada hitam no 3 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(16) Indonesia penghasil puli dari buah pala terbesar di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(17) Indonesia penghasil karet alam no 2 di dunia setelah Thailand dan penghasil karet no 4 di dunia jika termasuk karet sintetis. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(18) Indonesia penghasil 9,5% produksi tembaga dunia, no 3 dunia setelah Chili dan Amerika Serikat. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(19) Indonesia Indonesia penghasil 40% produksi timah dunia,no 2 dunia setelah China. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(20) Indonesia penghasil 7% produksi nikel dunia, no 6 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(21) Indonesia Juga penghasil 5% produksi emas dunia, no 8 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(22) Indonesia penghasil batubara no 9 di dunia yang volume ekspornya meliputi 18,75% ekspor batubara dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

Uraian di atas menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sejarah yang gemilang dan begitu banyak sumber daya dan anugerah alam yang melimpah, disamping itu juga mayoritas penduduk Indonesia juga adalah muslim dan bahkan Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dalam jumlah populasi muslim . Tiga modal dasar ini sebenarnya telah dapat digunakan untuk membangun masyarakat Indonesia yang aman, makmur, damai dan sejahtera. Namun sungguh suatu ironi, kekayaan alam yang luar biasa ini justru sama sekali masih belum dapat meningkatkan kesejahteraan sebagian besar penduduk negeri ini. Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk senantiasa hidup seimbang guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Di masa lalu, penerapan Islam secara benar dalam kehidupan bermasyarakat telah membawa pemeluknya menuju kemakmuran dan kejayaan hingga hampir satu abad lamanya. Namun besarnya populasi muslim di negeri ini belum juga mampu membuat Indonesia menjadi negara yang cukup makmur, berjaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mungkin suatu ungkapan cibiran yang menyatakan “Indonesia Lebih Barat dari Negeri Barat” cukup layak disandang oleh negeri ini. Predikat-predikat di bawah ini akan menguraikan sisi lain dari Indonesia sebagai sebuah negeri yang penuh dengan pernak-pernik yang cukup membuat kita menjadi miris sebagai bangsa mayoritas muslim yang kaya akan sumber daya alam.

KORUPSI DI INDONESIA

(1) Indonesia Menempati Rangking ke 137 Negara Terkorup dari 159 Negara di Dunia. (Sumber: Transparency International (TI) 2005 – Koran Tempo, 17 November 2005)

(2) Berdasarkan Corruption Perceptions Index, Indonesia menempati peringkat ke-6 sebagai negara terkorup di Dunia dengan CPI = 2.2 (skor 10 menunjukkan negara terbersih dari korupsi. Finlandia merupakan negara terbersih di dunia dari korupsi dengan CPI = 9,7). (Sumber : Transparency International (TI) 2005 – Koran Tempo, 17 November 2005)

(3) Indonesia menempati posisi runner up sebagai negara terkorup di Asia Tenggara. (Sumber : Transparency International (TI) 2005 – Koran Tempo, 17 November 2005)

PORNOGRAFI, KRIMINALITAS DAN BISNIS HIBURAN DI INDONESIA

(1) 20% dari total jumlah remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seks pranikah. (Sumber : Majalah Gemari September 2001)

(2) 98% anak-anak Indonesia pernah megakses media porno. (Sumber : Republika 28 April 2006)

(3) 97% anak Indonesia berusia 19-24 tahun pernah mengakses situs porno. (Sumber : Republika 28 April 2006)

(4) Situs lokal terlarang yang berisikan pornografi dan kekerasan tidak kurang dari 1100 buah. (Sumber : Republika, 26 Januari 2006).

(5) Di Jawa Barat dari industri karoke, pendapatan daerah yang dihasilkan 3,4 miliar pertahun (Sumber : Kompas, 29 Mei 2006).

(6) Pada tahun 2003 diperkirakan ada 90.000-130.000 pengidap HIV/AIDS dari 200 juta penduduk Indonesia (Sumber : detik.com, 8 Mei 2003)

(7) 56,6 persen remaja pria usia 15-19 tahun mengaku pernah menonton film porno dan 18,4 persen remaja putri mengaku pernah membaca buku porno. (Sumber : Republika 16 Juni 2006)

(8) Sebuah milis di Yahoogroups yang ditujukan untuk penggemar materi pornografi beranggotakan 9.000 member, sungguh angka yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa milis lainnya di internet yang tergolong sangat aktif (Sumber : ICT Watch)

(9) Word Associated Press telah menobatkan Indonesia sebagai surganya pornografi terbesar kedua di dunia setelah Russia (Sumber : Republika 28 April 2006)

(10) Jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2 – 3 juta pertahun (15-20%-nya berasal dari kalangan remaja). Angka ini telah mendudukan posisi Indonesia sebagai negara dengan peringkat no 1 di Asia dalam kasus aborsi. (Sumber : GATRA, 25 Maret 2006)

(11) Pemerintah AS yang dianggap sebagai negeri bebas telah memiliki UU Antipornografi (Child Obscenity and Pornography Prevention Act of 2002). Di Australia kepemilikan pornografi dianggap ilegal oleh The Australian Costums Service tahun 1995. Di Inggris lain lagi, tindakan mengambil, memamerkan atau memiliki foto tidak pantas dilarang oleh UU Protection of Children Act yang dikeluarkan pada 1978. Sedangkan di Jepang, persoalan pornografi diatur dalam Article 174 of Japanese Penal Code yang melarang dicetaknya (maaf) gambar alat kelamin orang dewasa, persenggamaan, dan rambut alat kelamin di media publik (Republika, 28 April 2006). Di Singapura dan Malaysia, majalah sekelas Popular saja sudah pasti akan dibredel oleh pemerintah setempat. Di Amerika, akses terhadap komoditas ini sungguh sangat ketat. BAGAIMANA DENGAN INDONESIA ?, Indonesia adalah surga bagi media porno, Dalam sebuah tayangan di SCTV diungkapkan bahwa suatu kawasan di Jakarta cukup terkenal karena dengan bebasnya komoditas yg satu ini dijual. Belum disahkan saja RUU Antipornografinya-nya sudah jadi perdebatan. Sungguh … “Indonesia Lebih Barat dari Negeri Barat”…

(12) Berdasarkan data Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kini tayangan media televisi di Indonesia sekitar 63 persen berisi infotainment/gossip. (Sumber : GATRA 25 Maret 2006). Penduduk negeri ini memang sangat hobbi dan antusias dengan tayangan gossip, Bandingkan dengan penduduk Amerika, Singapura dan Inggris yang begitu antusiasnya ketika melihat tayangan National Geographic dan Serial Iptek dari BBC.

(13) Angka kejahatan di Indonesia mencapai 209.673 kasus (2005) dan sebanyak 94.448 adalah curas, dan curanmor (Sumber : Tempointeraktif, 1 Januari 2005)

SUMBER DAYA MANUSIA DAN KESEHATAN

(1) Human Development Index (HDI) Indonesia menempati urutan ke 112 dari 175 negara di dunia, coba kita bandingkan dengan negara Jepang yang pernah luluh lantak diterjang bom atom yang saat ini menduduki peringkat HDI ke-9 tertinggi di dunia setelah Norwegia, Islandia, Swedia, Australia, Belanda, Belgia, Amerika dan Canada (Sumber : http://hdr.undp.org/reports/global/2003/indicator/)

(2) Angka pengangguran usia produktif (15 tahun keatas) di Indonesia mencapai 104 juta orang (Sumber : Kedaulatan Rakyat, 7 Maret 2006)

(3) Angka buta huruf di Indonesia mencapai 15.04 juta jiwa. Kondisi ini tidak saja menyebabkan Indonesia termasuk dalam jajaran 34 negara di dunia yang mempunyai angka buta aksara di atas 10 juta orang, namun juga menambah ‘gelar’ Indonesia sebagai negara dengan penduduk buta aksara terbesar di Asia Tenggara.(Sumber : Kedaulatan Rakyat, 7 Maret 2006 & Pikiran Rakyat, 29 Juni 2006)

(4) Sejak tahun 2000, Tidak ada satupun Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk daftar 100 besar Perguruan Tinggi Terbaik di Dunia (Republika, 18 Mei 2005)

(5) Hingga tahun 2005, 45 persen dari jumlah bangunan SD/SMP/SMA di Indonesia dalam kondisi rusak parah sehingga tidak layak pakai untuk sarana pendidikan. (Sumber : Pikiran rakyat, 29 Juni 2006)

(6) Setiap tahun hampir 1 juta anak terancam putus sekolah dasar (Sumber : Pikiran Rakyat, 29 Juni 2006)

(7) Indonesia menempati urutan ke -116 dari 175 negara di dunia dalam perolehan indeks harapan hidup dan tingkat pendidikan ( Sumber : http://hdr.undp.org/reports/global/2003/indicator/)

(8) Indonesia menempati posisi ke 39 ( dengan angka 920 penderita malaria per 100.000 orang) dari 96 negara di dunia yang masih memiliki kasus malaria – data tahun 2000 (Sumber : http://hdr.undp.org/reports/global/2003/indicator/)

(9) Indonesia menempati posisi ke 5 ( dengan angka 321 penderita TBC per 100.000 orang) dari 174 negara di dunia yang masih memiliki kasus TBC – data tahun 2000 (Sumber : http://hdr.undp.org/reports/global/2003/indicator/)

(10) Di tahun 60-an hingga 70-an Indonesia pernah megekspor Guru ke Malaysia, namun kini Indonesia mengekspor Buruh ke Malaysia

(11) Pada tahun 1970-an banyak dokter dan Doktor-Doktor Indonesia yang bekerja di Malaysia karena Malaysia saat itu sangat kurang tenaga ahli namun saat ini yang terjadi adalah sebaliknya banyak buruh Indonesia yang bekerja di Malaysia, dan Malaysia telah berhasil berswasembada dokter, Malahan saat ini doktor-doktor Malaysia mendapat kesempatan belajar di Inggris atau Amerika dengan memperoleh kepakaran istimewa. (Sumber : Waspada, 15 Mei 2006)

(12) Di tahun 1970-an Petronas meminta bantuan kepada Pertamina untuk berbagi pengalaman dalam bidang perminyakan.Kala itu Petronas masih merupakan anak bawang dan murid dari Pertamina namun apa yang terjadi kini, Petronas jauh lebih maju, juga lebih efisien dan tidak korup seperti Pertamina.(Sumber : Waspada, 15 Mei 2006)

PEMBAJAKAN SOFTWARE DAN CARDING

(1) Tingkat Pembajakan Software di Indonesia Mencapai 87 Persen. Angka Ini Menempatkan Indonesia pada Posisi ke-4 di dunia dan ke-3 di Asia Pasifik Sebagai Negara Pembajak Software (Sumber : Tempointeraktif, 27 Mei 2006)

(2) Indonesia berada pada posisi ke-2 teratas sebagai negara asal carder (pelaku carding) terbanyak di dunia, setelah Ukraina, Peringkat ini telah menyebabkan IP (Internet Protocol) yang berasal dari Indonesia di black list oleh beberapa portal belanja online luar negeri (Sumber : ICT Watch)

KONSUMSI ROKOK DAN NARKOBA

(1) Konsumsi Rokok Di Indonesia mencapai 215 milliar batang per tahun (Sumber : Suara Pembaharuan, 26 Juni 2006)

(2) Sebanyak 31,4 persen atau 62.800.000 orang dari penduduk Indonesia merokok. (Sumber : Suara Pembaharuan, 26 Juni 2006)

(3) Tiga orang terkaya di Indonesia merupakan pengusaha rokok (Sumber : Majalah FORBES)

- Rachman Halim dengan kekayaan 2,3 milliar dollar – Perusahaan Rokok Gudang Garam

- R. Budi Hartono dengan kekayaan 2,2 milliar dollar – Perusahaan Rokok Djarum

- Putera Sampoerna dengan kekayaan 1 milliar dolar – Perusahaan Rokok HM Sampoerna

Tiga orang terkaya di Indonesia ini juga masuk dalam daftar 15 orang terkaya di Asia Tenggara. Indonesia ternyata adalah surga bagi para perokok (seperti yang diuraikan dalam puisi “Tuhan Sembilan Senti” oleh Taufik Ismail) dan juga ladang emas yang melimpah bagi pengusaha rokok.

(4) Indonesia rugi sebesar 12 trilliun setiap tahunnya akibat narkoba (Sumber : Tempointeraktif, 7 Juni 2006)

(5) Sekitar 15 ribu orang Indonesia setiap tahun meninggal akibat mengkonsumsi berbagai obat-obatan yang tergolong Narkoba. (Sumber : BNN – http://www.menegpp.go.id)

(6) Saat ini sebanyak 3,2 juta penduduk menjadi penyalahguna narkoba, termasuk 800 orang di antaranya kini terpaksa dirawat di sejumlah panti di dalam dan luar negeri. (Sumber : BNN – http://www.menegpp.go.id)

(7) Indonesia merupakan negara pengekspor ganja dengan kualitas terbaik di dunia (Sumber : detikcom 23 Pebruari 2006)

(8) Indonesia merupakan produsen ekstasi terbesar ketiga di dunia (Sumber : Media Indonesia, 28 Juni 2006)

EKONOMI

(1) Indonesia menempati posisi ke 15 di dunia dalam hal perolehan GDP dengan jumlah sebesar $ 977,419 (IMF) $ 785,169 (Worldbank) $ 901,700(CIA World Factbook). (Sumber : wikipedia.org)

(2) Indonesia menempati uruitan ke 110 dalam perolehan GDP percapita (GDP pertahun dibagi jumlah penduduk) yaitu sebesar $ 4,458. (Sumber : wikipedia.org)

(3) Indonesia merupakan negara penghutang terbesar ketiga di dunia (Sumber : Pikiran Rakyat, 26 Juni 2006)

(4) Tingkat Inflasi di Indonesia merupakan yang tertinggi diantara negara-negara ASEAN (Sumber : http://www.fiskal.depkeu.go.id)

(5) Indonesia pernah mampu berswasembada beras di tahun 1984 dan kini menjadi negara penghasil beras nomor 3 di dunia namun ironisnya negeri ini juga menjadi negara pengimpor beras nomor wahid di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(6) Indonesia pernah menjadi eksportir gula yang terpandang pada masa kolonial Belanda dan kini menjadi importir gula terbesar nomor 2 di dunia. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

(7) Indonesia merupakan negara pengimpor garam sekitar 1,5 juta ton pertahun. (Sumber : Suara Merdeka 10 Mei 2005)

Berbagai data dan fakta yang dikemukakan di atas tentunya cukup membuat kita terperanjat. Sungguh suatu ironi disebuah negara muslim terbesar dan kaya akan sumber daya alam. Namun kita tentunya tidak boleh berputus asa menghadapi kenyataan. Berbagai daya dan upaya harus kita tempuh untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan, minimal kita jangan membuat masalah dan menjadi bagian dari masalah. Mengutip pernyataan KH.Abdullah Gymnastiar dalam ceramahnya di sebuah stasiun TV Swasta Minggu 9 Juli 2006 yang lalu, bahwa untuk menjadi bangkit sebagai bangsa yang makmur dan bermartabat, syaratnya adalah 3 UR, yaitu jujUR, akUR, dan bersyukUR. Jika kita tidak segera melaksanakan 3 UR ini maka bangsa ini lama kelamaan akan menjadi babak belUR, dan akhirnya akan hancUR.

“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Anfaal : 53)

by : arifperdana

6 Responses

  1. itulah indonesia, sungguh sebuah ironi yang amat menyedihkan.

  2. itulah indonesia …. I am proud with indonesia

  3. Semoga Allah segera merubah semua keburukan bangsa ini…

  4. Welah dalah..Ada apa dengan indonesia? Ternyata negeri ini tidak dikelolah dengan petunjuk Allah SWT sebagai pemengang kekuasaan penuh yang berhak membuat hukum, dan lebih asyik menyerahkan pengelolaan negeri ini diatur oleh hukum manusia…ya Wajar..

  5. sayan sekali ya

Leave a Reply