Life is A Bright Skies

bright_sky
Life is like a bright sky;
and clouds represent instances of unhappy times.
Sometimes the clouds are so dark;
It’s hard to remember the sun still shines.
Be patient. The light will return.
It’s just waiting for an opportunity to peek through.
(Unknown)

14 Agustus 2009

www.arifperdana.co.nr
Life Learner – Motivational & Inspirational Stories

Bianglala

bianglala
Terlalu banyak orang yang memandang indah bianglala dan berusaha untuk mencapainya diujung kaki langit,
tetapi seringkali juga mereka lupa bahwa bianglala muncul didahului oleh hujan dan badai dan untuk mencapainya diperlukan perjalanan yang amat melelahkan melintas hutan rimba, padang gersang, bukit terjal dan samudera luas.
Bianglala sesungguhnya hanyalah menjadi keindahan yang semu yang tak pernah akan kita capai di ujung kaki langit manapun ketika jiwa, mata dan fikiran kita sendiri tidak pernah bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikanNya.

Hidup sesungguhnya bukanlah bagaimana menunggu bianglala tiba dan mengejarnya, tetapi adalah berusaha untuk menikmati dan mensyukuri berbagai pernak-pernik yang ditemui dalam episode hujan dan badai, rintangan hutan, bukit dan samudera.

13 Agustus 2009

www.arifperdana.co.nr
Life Learner – Motivational & Inspirational Stories

Spektrum Perjalanan Panjang

Jalan

Hidup ini adalah sebuah spektrum perjalanan yang panjang. Hidup di dunia ini diawali dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Terminal akhir dari kehidupan adalah untuk bertemu dengan Tuhan di syurga-Nya (unknown)

12 Agustus 2009

Taman Bunga dan Pelangi

Mengapa taman bunga dan pelangi terlihat indah ?
Karena mereka tersusun dalam beraneka ragam warna yang saling bersatu memancarkan cahaya keindahan,
begitu juga dengan kehidupan, kita akan selalu menjumpai beragam warna tersebut yang berasal dari orang-orang yang menyenangi ataupun membenci diri kita. Seni dan keindahan hidup akan tercipta dari orang-orang tersebut.
Tugas kita adalah untuk mengelola keragaman tersebut sehingga hidup kita menjadi lebih berwarna dan mencerahkan.
Orang yang menyenangi dan membenci kita adalah sumber motivasi yang amat berharga bagi kehidupan kita…

11 Agustus 2009

Menjadi Sosok Berwatak Genghis Khan

Genghis Khan
“Selalu ada Kebaikan dalam Setiap Ciptaan Tuhan”.

***
Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar nama Genghis Khan ? sebagian besar mungkin akan menjawab dengan kata yang hampir mirip dengan namanya yaitu Genghis = Bengis. Sejarah mencatat panglima perang besar ini telah menumpahkan darah dari jutaan manusia. Sebagian orang juga menganggap bahwa Sang Kaisar adalah reinkarnasi dari iblis yang berwatak manusia brutal dan barbar. Kalau memang demikian apa yang dapat dicontoh dari manusia kejam seperti itu ? Tidak pernah ada ciptaan Tuhan yang sia-sia meskipun hanya seekor nyamuk ataupun seorang Genghis Khan yang dianggap keji. Ada banyak pelajaran kebaikan yang dapat kita temukan dari setiap ciptaanNya. Sosok Genghis Khan memang penuh kontroversi, ada yang menganggapnya sebagai pahlawan, dan ada juga yang menganggapnya sebagai manusia yang kejam. Tulisan ini akan memberikan gambaran lain mengenai sosok Genghis Khan yang sesungguhnya memiliki watak yang mengagumkan. Saya akan sedikit berbagi mengenai kebaikan-kebaikan yang dapat kita pelajari dari sosok ini berdasarkan beberapa referensi diantaranya Film Dokumenter BBC The Life of Genghis Khan, Mongol, film karya Sergei Bodrov yang bercerita tentang kehidupan Genghis Khan dan meraih nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Award 2008, dan buku The Secret History of Mongols, sebuah buku terjemahan dari bahasa Mongolia terbitan RoutledgeCurzon Press tahun 2001 yang merujuk pada buku sumber asli yang kontroversial tentang Genghis Khan. Buku aslinya diperkirakan ditulis pada abad ke-13.

Sangat menarik untuk menelusuri kisah kehidupan sang Kaisar dari beberapa referensi tersebut. Kita dapat mengetahui bagaimana seorang buangan yang buta huruf mampu mempersatukan seluruh bangsa Mongolia, mengubah gerombolan-gerombolan berkuda bangsa tersebut menjadi mesin tempur yang kejam dan disiplin, membentuk pasukan dengan taktik revolusioner dan persenjataan jenius, dan memiliki kekuasaan kekaisaran yang terbentang meliputi hampir separuh daratan bumi dari Asia hingga Eropa Timur. Terlepas dari asumsi-asumsi yang buruk tentang bangsa Mongol, mari sejenak kita membuka wawasan kita untuk memahami pelajaran apa saja yang dapat kita temukan dari salah satu ciptaan Tuhan yang bernama Genghis Khan ini :
Read more »

Algoritma Percabangan dan Perulangan dalam Kehidupan

Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia scripting pemrograman komputer atau coding istilah-istilah seperti if .. then., while.., do.. while, do .. until, dan for.. next, tentunya sudah sangat tidak asing lagi. Istilah-istilah tersebut berkaitan dengan fungsi dasar dalam computer programming yaitu fungsi percabangan dan perulangan (looping). Hampir semua jenis bahasa pemrograman mulai dari yang tingkat tinggi maupun tingkat rendah memiliki fungsi tersebut walaupun dengan syntax yang berbeda-beda. Ok..kita tidak akan membahas masalah teknis bahasa dan syntax kode pemrograman, tapi dengan sedikit pengetahuan saya di bidang pemrograman komputer, tulisan ini akan menguraikan tentang konsep dasar dari kedua fungsi pemrograman tersebut jika dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari kita.

Seorang programmer dengan seorang penulis sebenarnya memiliki kesamaan, jika programmer menghasilkan karyanya dengan menulis bahasa pemrograman, sementara penulis dengan bahasa komunikasi. Hasil karya berupa software komputer juga dapat dianalogikan sebagai karya sastra dari seorang programmer komputer. Sang programmer memiliki kendali penuh atas alur cerita yang akan ia sajikan dalam software garapannya, mulai dari bagaimana mengelola input dan memprosesnya hingga menghasilkan output sesuai dengan yang diinginkan. Programmer komputer harus mempertimbangkan berbagai hal yang berhubungan dengan interaktifitas user dengan software buatannya. Restriksi-restriksi tertentu pun perlu diberlakukan agar pemrosesan data dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Ada banyak macam fungsi dalam pemrograman komputer, namun dua fungsi dasar yang amat diperlukan untuk hal tersebut adalah fungsi percabangan dan fungsi perulangan. Fungsi percabangan akan melakukan suatu aksi tertentu bila telah terpenuhinya suatu syarat, sedangkan fungsi perulangan akan melakukan perulangan terhadap suatu aksi hingga atau sampai suatu syarat itu terpenuhi. Sederhananya fungsi percabangan dapat diekspresikan dengan bahasa komunikasi sebagai : “jika…… maka……”, “jika…dan… maka….”, “jika…atau….maka….”, jika….dan…..atau….maka….”, ”pilih ….. lakukan……”. Untuk fungsi perulangan dapat diekspresikan sebagai berikut : “lakukan…. ketika……”, “lakukan……sampai…….”, dan “untuk kondisi ….. lakukan…….”.

baca selengkapnya>>

Pelajaran dari sang Pengamen

Sembari mengikuti tax brevet jum’at malam kemarin, entah mengapa perut ini begitu laparnya, pikiran ini melayang-layang memikirkan makanan apa yang hendak dimakan sepulang kuliah. Pikiran tentang Capcay Rebus, Mie Ayam, Nasi Goreng, Nasi Padang, Sop Kambing dan Mie Goreng, bercampur baur dengan penjelasan tentang sengketa pajak yang disampaikan oleh instruktur..[*pfiuuuhh]. Padahal udah hampir sebulan ini saya jarang sekali lapar dan makan “berat” di malam hari. Mungkin cuaca yang begitu dingin penyebab rasa lapar itu semakin menjadi. Cuaca dingin ini disebabkan sore hari kemarin Yogya diguyur hujan yang deras.

Hingga selesai kuliah, keputusan tentang makanan apa yang akan disantap belum juga didapatkan. Akhirnya dalam perjalanan pulang, saya jadi teringat dengan sop kaki kambing yang terletak tidak jauh dari bundaran UGM. Selama saya berada di kota ini baru sekali saya makan di tempat ini [dengan tadi malam jadi dua kali], rasanya lumayan nancap di lidah. Meskipun di pinggir jalan, pengunjung yang datang ramai dan beragam, dari yang berkendaraan roda dua hingga empat terparkir disitu sehingga agak sedikit mengambil ruas jalan yang terletak di arah selatan bundaran UGM itu.
baca selengkapnya >

Sebuah coretan tentang tangis, tawa, kesedihan, kebahagiaan dan keseimbangan dalam hidup.

Kita mungkin akan melupakan orang-orang yang tertawa bersama dengan kita, tetapi tidak mungkin kita melupakan orang yang pernah menangis bersama dengan kita.

Terkadang orang-orang yang pernah membuat kita menangis di dalam kehidupan adalah mereka yang akan membuat kita kelak tertawa bahagia, dan sebaliknya mereka yang pernah membuat kita tertawa dan lupa diri akan membuat kita menangis di kemudian hari.

Keindahan sebuah gunung tidak akan pernah kita rasakan ketika kita berada di gunung itu sendiri. Gunung itu tampak indah dan agung jika dilihat dari kejauhan.Dalam hubungan kekeluargaan, persahabatan dan percintaan terkadang kedekatan yang ada akan membutakan kita tentang indahnya hubungan yang sedang kita alami. Keindahan dalam suatu hubungan baru akan terasa ketika hubungan itu terpisah oleh jarak yang berjauhan. Sebagian besar dari kita terkadang tidak bersyukur dengan indahnya kedekatan hubungan yang kita lalui hingga akhirnya kedekatan itu berubah menjadi kejauhan. Keharuman sekuntum bunga akan hilang ketika kita terus-terusan menciumnya, menjauh adalah salah satu cara untuk mendatangkan keharuman itu kembali.

Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan kesedihan datang dari sumber yang sama, dan keduanya juga dapat menguraikan air mata. Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan. Sesungguhnya orang yang berjiwa besar bukanlah mereka mampu dan pandai menahan tangis, tetapi adalah mereka yang pandai menangis di dalam kesabaran. Hanya orang yang bodoh yang tidak mampu menangis dan meluapkan emosinya, tetapi hanya orang bijak yang mampu mengelola tangisnya dalam setiap luapan emosi yang dirasakannya.

Banyak orang yang terlalu menjaga citra diri hingga untuk tertawa dan menangis pun harus teratur dan tertata rapi untuk menimbulkan kesan bahwa sesungguhnya ia adalah orang bijak yang mampu memahami kehidupan dengan baik. Sesunggunya kebijaksanaan itu tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila seseorang telah menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri.

Hidup di dunia ini berlaku hukum keseimbangan. Bukanlah individu yang baik yang setiap saat berbicara tentang akhirat tetapi ia lupa bahwa ia masih bepijak pada dunia yang sesungguhnya adalah tempat ia menyusun tangga-tangga yang akan mengantarkannya menuju akhirat, dan bukanlah individu yang baik juga ketika hanya berbicara tentang keduniawian semata, tetapi ia lupa kemana sesungguhnya tangga-tangga keduniawaian itu akan ia arahkan.