Musik New Age Memberikan Ketenangan dan Petualangan
Musik-musik yang memiliki kemiripan irama, penggunaan alat musik, tema musik, geografis, dan konteks dapat dikelompokkan pada satu aliran tertentu yang disebut sebagai genre. Ada beragam genre musik yang dikenal dan sering didengar. Siapapun tentu tahu mengenai aliran musik (genre) seperti jazz, pop, rock, dangdut, dan reggae. Keempat genre musik tersebut sudah dikenal luas baik oleh penggemar musik genre yang bersangkutan maupun yang tidak. Selain keempat genre di atas, sebenarnya masih banyak lagi genre musik lainnya yang belum dikenal luas, salah satunya adalah new age.
Pernahkah anda mendengar musik-musik new age? Saya yakin pernah, meskipun anda tidak mengerti tentang genre new age. Pernahkah anda mendengar musik-musik yang dimainkan oleh Kitaro, Yanni dan Enya ? Tiga musisi bergenre new age ini saya yakin sudah cukup dikenal di Indonesia. Musik-musik mereka seringkali digunakan sebagai musik ilustrasi di beberapa acara televisi ataupun soundtrack film-film layar lebar. Pusat-pusat perbelanjaan, toko buku, dan hotel juga sering menggunakan musik-musik new age untuk memberikan nuansa yang menyenangkan dan menenangkan bagi pengunjung. Namun demikian tak jarang juga bagi orang-orang yang belum terlalu mengenal musik seperti ini, telinga mereka terasa asing mendengarnya. Musik-musik new age pada umumnya dimainkan tanpa lirik atau vocal. Jika memiliki vocal, lirik yang dilantunkan juga terasa cukup asing seperti musik-musik yang dibawakan oleh Enya.
Jadi, apakah sebenarnya musik new age? Musik new age agak sulit didefinisikan secara rigid, karena musik ini begitu luas dengan ciri khas yang amat beragam. Musik New Age sebenarnya merupakan musik yang mengambil berbagai macam bentuk dan arah dengan mengacu pada beberapa aliran musik temasuk musik Electronic, Instrumental, Ambient, Drum and Percussion , Minimalism, World Music (Native American, Celtic, Indian, Ethnic). Tidak seperti musik-musik jazz yang memiliki ciri khas tertentu yang mudah diketahui seperti tempo dan improvisasi, musik new age amat sangat fleksible. Bahkan beberapa musisi new age tertentu juga menggabungkan nuansa jazz ke dalam musik new age yang mereka mainkan. Irama yang dilantunkan di dalam musik ini bervariasi dari yang melankolis hingga yang berirama nge-beat, dari yang mengalun dengan merdu, hingga dilantunkan dengan lirik-lirik yang bernuansa ritual ataupun pemujaan. Meskipun ada yang dilantunkan dengan menggunakan lirik terutama dalam bentuk choir, tetapi sebagian besar musik new age dimainkan tanpa lirik dari vokalis.
Read more…
Hewan yang Manusiawi vs Manusia yang Hewani
Saat ini nama-nama hewan semakin top di dunia manusia. Media cetak dan elektronik di dunia manusia sering mempopulerkan nama-nama hewan. Sebut saja teri dan kakap. Tahun lalu cicak dan buaya yang jadi pembicaraan hangat. Selain kedua hewan tersebut, masih banyak lagi nama hewan lainnya yang populer di dunia manusia seperti monyet, kunyuk, tikus, kampret, anjing, cecunguk dan kroco. Nama-nama hewan tersebut kerap kali kita dengar untuk suatu cacian yang tidak enak didengar oleh telinga. Apakah memang benar hewan-hewan yang disebutkan itu memiliki perilaku yang buruk, seburuk seperti penggunaannya di dunia manusia? Padahal sebenarnya manusia yang berperilaku lebih rendah dari hewan-hewan tersebut.
Umpatan dan cacian tak lepas dari percakapan di dunia manusia. Baik yang terucap di bibir maupun hanya sekedar umpatan dalam hati. Saya jadi tak tega melihat nama-nama hewan tersebut semakin populer di dunia manusia. Jika memang hewan-hewan itu tahu nama mereka akan dijadikan cacian di dunia manusia mungkin tak ada hewan yang mau diciptakan jadi monyet, anjing, kampret, dsb. Mereka lebih baik memilih jadi hewan yang namanya tak dijadikan bahan umpatan seperti Elang, Merpati, Penguin, dsb.
Read more…
Numbers Rule Your World

If you know how to use numbers in making everyday decisions, you rule your world. (Kaiser Fung – Number s Rule Your World)
Adakah aktifitas kehidupan kita yang tidak terpengaruhi oleh angka ? Tidak ada, semua aktifitas kehidupan kita selalu dipengaruhi oleh angka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kehidupan kita dibatasi oleh usia dan waktu yang diukur dalam angka. Kehidupan yang bahagia dan ideal mulai dari kekayaan hingga bentuk fisik tubuh seringkali dikaitkan dengan angka. Kesuksesan di bidang akademis tak luput dari angka-angka. Pertumbuhan ekonomi suatu negara tak lepas dari ukuran angka-angka. Bahkan dalam beribadah kepada Tuhan pun kita tak bisa melepaskan peran angka-angka. Angka telah mempengaruhi kehidupan manusia mulai dari yang sifatnya ilmiah, religius bahkan hingga mistis.
Pesona angka memang sangat luar biasa. Kemampuan berhitung angka dengan cepat mengindikasikan sebagai salah satu bentuk kejeniusan. Orang-orang yang berbicara dengan angka-angka tampak memiliki intelektualitas yang baik. Kebohongan akan tampak menjadi sebuah kebenaran yang ilmiah apabila dibarengi dengan angka-angka yang memukau. Bahkan sesuatu yang tidak rasional pun bisa diubah menjadi rasional melalui angka-angka. Angka tidak pernah luput jadi bumbu penyedap yang amat lezat dalam pembicaraan mulai dari anak TK hingga mahasiswa doktoral, dari guru SD hingga Professor, dari penjudi hingga peneliti, dan dari rohaniawan hingga paranormal. Ada dua bahasan penting yang tak dapat dilepaskan dengan angka yaitu mistik dan statistik. Tak jarang pula kedua bidang ini bisa bersinergi. Mistik dapat berubah menjadi statistik, demikian pula sebaliknya. Semuanya tergantung dari cara berpikir orang yang menggunakannya.
Read more…
Bangsa Yang Tidak Pernah Merasa Bersalah
Tidak seorang pun ingin dikatakan bodoh atau dituduh bersalah. Bahkan jika bukti-bukti tentang kesalahan telah dipaparkan di hadapannya, seseorang masih cenderung untuk mengelak dari kesalahan tersebut. Penyangkalan terhadap kesalahan atau kebodohan ini sepertinya sudah merupakan sifat dasar manusia. Bahkan di kalangan ilmuwan terdidik pun tak jarang kita menjumpai individu-individu yang selalu merasa benar sendiri dan enggan disalahkan meskipun berbagai argumentasi tentang kesalahan mereka telah dikemukakan. Seperti itulah pernyataan yang dikemukakan oleh W. Lawrence Newman. Manusia memang selalu ingin dihargai di hadapan orang lain. Stempel bodoh dan bersalah berimplikasi pada hancurnya status sosial dan harga diri individu.
Headlines yang membanjiri berita-berita di media masa dan elektronik saat ini menggambarkan hal tersebut. Perseteruan antara Satgas dan Gayus membuat bingung masyarakat, siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang pintar dan siapa yang bodoh, semuanya menjadi kabur. Indikator-indikator kesalahan, kebenaraan, kebodohan dan kepintaran sepertinya tak lagi berlaku di negeri ini. Orang pintar terlihat seperti orang bodoh atau melakukan tindakan yang bodoh, sementara orang-orang yang tidak semestinya berbicara berlagak seperti pakar. Sungguh sebuah negeri yang amat mengherankan. Sebagai masyarakat, secara tak sadar kita pun sebenarnya telah dibodohkan oleh para-para penjahat dan mafia hukum yang semuanya saling melempar kesalahan.
Read more…
Bintang Kecil di Bumi: Pendidikan Yang Memanusiakan Manusia
“Ada batu-batu berharga di sekitar kita yg akan mengubah jalur dunia karena mereka dapat melihat dunia dengan cara berbeda. Pikiran mereka unik & tidak setiap orang mengerti mereka. Mereka membalikkan. Kemudian mereka muncul sebagai pemenang dan dunia terkejut”
Kita semua tentu mengenal nama-nama hebat seperti Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso, Albert Einstein, Alexander Graham Bell, Thomas Alva Edison, Agatha Christie dan Walt Disney. Nama-nama besar ini hingga kini masih sering disebut dunia karena prestasi yang mereka goreskan dalam kanvas peradaban dunia, meskipun mereka telah ratusan dan puluhan tahun meninggal dunia. Semua orang tentu mengenal karya-karya hebat mereka tetapi hanya sedikit dari kita yang tahu tentang kelemahan yang mereka alami. Mereka semua ternyata memiliki satu kelainan yang disebut dengan Dyslexia. Bagi Albert Einstein huruf yang tertulis di kertas terlihat menari-nari dalam pandangannya. Pablo Picasso tidak bisa membedakan antara angka 7 dengan bentuk hidung pamannya. Leonardo Da Vinci memiliki tulisan yang terbalik, yang baru dapat dibaca dengan jelas ketika dibaca dengan mengunakan cermin. Penulis novel hebat sepanjang masa Agatha Christie bahkan mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Sungguh sebuah keajaiban tentunya, masih banyak lagi nama-nama besar lainnya yang mengalami kelainan dyslexia tetapi memberikan kontribusi hebat bagi dunia.
Read more…
Bahasa Indonesia Bahasa Yang Jelek ?
“Bahasa menunjukkan bangsa”. Topik ini bukanlah suatu hal yang baru, ada ratusan artikel yang sudah mengulasnya. Untuk di website kompasiana saja sudah ada puluhan artikel yang berkaitan dengan topik tersebut. Beberapa artikel tersebut berbicara mengenai keprihatinan dari para penulis mengenai cara berbahasa masyarakat kita. Mariska Lubis dalam artikelnya berjudul ‘Bahasa Menunjukkan Bangsa’ mengemukakan bahwa saat ini begitu banyak yang bangga jika berbahasa dengan menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Beberapa waktu lalu, Karni Ilyas pada akun twitternya juga menuliskan keprihatinannya tentang keterjajahan bangsa Indonesia karena penggunaan bahasa asing yang berlebihan pada fasilitas-fasilitas umum seperti bandara, yang sebenarnya penggunanya juga masih banyak orang Indonesia. Memiliki kemampuan berbahasa asing memang sangat dibutuhkan di era globalisasi saat ini, tetapi penggunaannya harus pada tempatnya dan pada orang yang tepat.
Masyarakat kita saat ini sangat gemar sekali untuk menggunakan bahasa yang bercampur antara bahasa Inggris dan Indonesia. Kekaguman masyarakat kita terhadap bahasa Inggris akhir-akhir ini tampak semakin menjadi-jadi, tapi kekaguman itu hanya sebatas untuk mencampur penggunaan bahasa tersebut dengan bahasa Indonesia supaya kelihatan sebagai bagian dari masyarakat yang mengikuti perkembangan globalisasi. Penggunaan bahasa Indonesia-Inggris ala “Cinta Laura” atau “Ciklish” (Cikeas English) ini pun bahkan ditunjukkan oleh pemimpin negeri ini. Kondisi yang terjadi ini sebenarnya merupakan gambaran dari masyarakat kita yang sedang berdiri di atas kaki yang pincang. Di satu sisi kita belum memahami dengan baik dan benar bahasa Indonesia itu sendiri. Namun di lain pihak kita ingin dianggap bagian dari globalisasi dengan menggunakan istilah-istilah berbahasa Inggris yang sesungguhnya juga tidak digunakan secara baik dan benar.
Read more…
Ekonomika Identitas: Antara Donasi dan Korupsi

Pada tanggal 15 Juli 2010 yang lalu muncul berita di situs online reuters.com yang menyebutkan Paul Allen menjanjikan untuk mendonasikan kekayaannya sejumlah $13.5 milliar dollar untuk dana filantrofi (kepentingan sosial dan kemanusiaan). Allen di tahun 2010 ditempatkan oleh Forbes , majalah pemeringkat orang-orang terkaya sejagad ke dalam ranking ke-37 dengan nilai kekayaan $13.5 milliar dollar . Kekayaan tersebut akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan filantrofi setelah ia meninggal nanti. Sejak 20 tahun lalu pun Allen telah mendirikan Paul G. Allen Family Foundation yang bergerak untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan dengan dana milliaran dollar yang dikeluarkan dari kekayaan pribadinya. Aktivitas sosial seperti ini juga dilakukan oleh Bill Gates, Warren Buffet dan Pangeran Al Waleed bin Talal. Ketiga nama ini juga bertengger dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Lebih dari separuh kekayaan Bill Gates didonasikan untuk dana filantrofi. Warren Buffet bahkan tak tanggung-tanggung mengalokasikan 99% kekayaannya selama ia hidup hingga ia meninggal untuk kemanusiaan. Bill Gates, Mellinda Gates dan Warren Buffet juga mengkampanyekan aktivitas ini kepada milliarder-milliarder lainnya untuk melakukan kegiatan serupa dan menyisihkan sedikitnya 50% kekayaannya untuk kemanusiaan.
Read more…
Tron Legacy: Pesan Moral Bagi Kehidupan Manusia
Visualisasi film ini memang terlihat amat menawan. Film virtual futuristik yang melibatkan teknologi 3D tingkat tinggi. Aksi animasi fotorealistis dan visualisai 3D yang cukup menarik, membuat detail-detail film hi-tech ini sayang untuk dilewatkan. Secara visual film ini memang patut diacungi jempol, namun demikian ada hikmah yang menarik yang dapat kita ambil dari balik kehebatan visualisasi yang ditampilkannya.
Film ini mengisahkan tentang seorang manusia (Sam Flynn ) yang terseret ke dalam realitas virtual buatan ayahnya (Kevin Flynn) dua puluh tahun yang lalu. Kevin Flynn adalah seorang programmer software handal dan juga CEO dari ENCOM International. Idealismenya yang luar biasa telah mengantarkannya pada penciptaan area digital yang disebut sebagai ‘The Grid’. Di dalam dunia virtual tersebut ia berupaya merealisasikan idealismenya untuk menciptakan suatu sistem yang sempurna. Kevin pun mengawalinya dengan membuat dua program yaitu Tron dan Clu. Dua program ini merupakan hasil cloning dari Kevin. Kloning secara digital ini dibuat dengan tujuan agar program yang dibuat ini memiliki visi yang sama dengan penciptanya yaitu Kevin dalam merealisasikan tujuannnya. Tron bertugas untuk menjaga are digital The Grid, sementara Clu bertugas membantu Kevin untuk menciptakan sistem yang sempurna.
Read more…








Komentar Pengunjung